Peningkatan Kapasitas Pengolahan Sampah Pasar Menjadi Kompos dan Bioetanol

News6 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Bandung terus menggenjot upaya penanganan sampah yang berasal dari pasar tradisional, mengingat sektor ini merupakan salah satu penyumbang terbesar volume sampah perkotaan.

Dalam rangka memantau langsung progres pengelolaan sampah di kawasan vital tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Caringin.

Tujuan utama dari peninjauan ini adalah untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem pengelolaan sampah di pasar tradisional, yang secara umum kerap diidentifikasi sebagai titik awal timbulan sampah terbanyak di area perkotaan.

Selama kunjungannya, Menteri Jumhur berkesempatan meninjau berbagai unit fasilitas pengolahan sampah yang telah beroperasi di Pasar Caringin. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi produk bernilai tambah seperti kompos, silase, pupuk cair, hingga bioetanol. Selain itu, sampah anorganik juga diolah menjadi briket biochar.

“Pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja hijau bagi masyarakat. Apa yang telah dicapai di Pasar Caringin ini menjadi bukti nyata bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Inisiatif baik semacam ini sangat layak untuk mendapatkan dukungan penuh dan direplikasi di lebih banyak tempat,” ungkap Menteri Jumhur dalam keterangannya yang dikutip pada tanggal 14 Mei.

Menteri Jumhur menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif pengelolaan sampah yang telah diterapkan di pasar tersebut. Namun, ia juga menyoroti bahwa kapasitas pengolahan yang ada saat ini masih belum mencukupi untuk menampung seluruh volume sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Baca juga: Menag: Atasi Kekerasan Pesantren dengan Perbaiki Ketidakseimbangan Kekuasaan

Diperkirakan, sekitar 50 ton sampah dihasilkan setiap hari di Pasar Caringin. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ton sampah masih tertahan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penumpukan sampah, terutama saat akhir pekan yang biasanya volume aktivitas pasar meningkat.

Observasi langsung di lapangan juga mendapati adanya tumpukan sampah yang cukup signifikan di area TPS serta di sepanjang jalan lingkungan pasar. Situasi ini menuntut adanya penanganan yang segera dan komprehensif.

Temuan ini semakin mempertegas urgensi untuk segera meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang ada. Selain itu, penguatan sarana dan prasarana pendukung, serta optimalisasi sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan sampah di pasar juga menjadi prioritas.

Kunjungan Menteri Jumhur ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi Pemerintah Kota Bandung dan jajaran pengelola pasar untuk mengakselerasi transformasi dalam sistem pengelolaan sampah. Dengan adanya dukungan untuk mereplikasi praktik-praktik baik yang telah terbukti berhasil, pasar-pasar tradisional lain di seluruh Indonesia diharapkan dapat mengikuti jejak Pasar Caringin.

Hal ini tidak hanya akan berkontribusi pada pengurangan beban lingkungan perkotaan, tetapi juga membuka berbagai peluang ekonomi hijau yang dapat dinikmati oleh masyarakat lokal.