GueBerita.com – Kebiasaan mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang ternyata masih banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Berbagai alasan mendasarinya, mulai dari pertimbangan kebersihan hingga kepercayaan pada mitos tertentu. Namun, dari perspektif kesehatan, tindakan mencuci pembalut sekali pakai justru tidak direkomendasikan.
Menurut penjelasan dari laman kesehatan Alodokter, pembalut sekali pakai yang sudah terpakai berpotensi menyebarkan kuman dan virus jika dicuci.
Darah menstruasi yang tertampung dalam pembalut mengandung mikroorganisme yang dapat mencemari lingkungan sekitar melalui percikan air saat dicuci.
Selain risiko infeksi, mencuci pembalut sekali pakai juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Komponen plastik dan gel penyerap yang ada di dalamnya dapat terurai menjadi partikel kecil atau mikroplastik ketika terpapar udara dan menginfeksi. Partikel ini kemudian berpotensi menyumbat saluran air atau mencemari ekosistem.
Baca juga: UMKM Mamin Mojokerto Dibantu Pemkot Jamin Kehalalan Produk
Penting untuk dicatat bahwa pembalut yang memang dirancang untuk dicuci adalah jenis pembalut kain yang dapat digunakan kembali atau reusable. Untuk jenis pembalut ini, kebersihan dan tingkat kekeringan harus menjadi prioritas utama guna mencegah terjadinya infeksi pada vagina.
Cara Aman Membuang Pembalut Sekali Pakai
Agar tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan, berikut adalah langkah-langkah yang benar dalam membuang pembalut sekali pakai:
- Gulung dengan Rapi: Setelah dilepas, lipat atau gulung pembalut dengan posisi bagian yang terkena darah berada di sisi dalam.
- Bungkus Rapat: Gunakan tisu toilet, kertas, atau pembungkus plastik untuk menutupi seluruh permukaan pembalut yang telah digulung agar tertutup rapat.
- Gunakan Tempat Sampah Tertutup: Masukkan pembalut yang sudah dibungkus ke dalam tempat sampah khusus atau kantong plastik tambahan sebelum dibuang ke tempat sampah akhir. Hal ini bertujuan agar tidak menarik serangga.
- Cuci Tangan: Selalu pastikan tangan Anda bersih dengan mencucinya menggunakan sabun setelah mengganti atau membuang pembalut.
Tenaga kesehatan juga menekankan pentingnya mengganti pembalut secara rutin, yaitu setiap 3 hingga 4 jam sekali. Frekuensi penggantian bisa lebih sering jika pembalut sudah terasa penuh.
Tindakan ini sangat krusial untuk menjaga kelembapan area kewanitaan dan mencegah timbulnya risiko infeksi bakteri maupun jamur.






