GueBerita.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), telah meluncurkan sebuah inisiatif penting yang diberi nama Program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda). Bersamaan dengan peluncuran program ini, acara tersebut juga menandai pemutaran perdana sebuah video dokumenter berjudul “Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia”.
Tujuan utama dari penyelenggaraan program dan pemutaran video ini adalah untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam upaya penyebaran edukasi mengenai isu-isu lingkungan hidup. Selain itu, inisiatif ini juga berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove yang memiliki peran krusial bagi keseimbangan alam di Indonesia.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, dengan penekanan khusus pada partisipasi generasi muda, termasuk para mahasiswa dan pelajar. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan dalam melibatkan kaum muda dalam agenda pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini dipandang sebagai momen yang sangat strategis untuk mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Terutama bagi generasi muda, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi berbagai isu lingkungan yang saat ini semakin mendesak dan membutuhkan perhatian serius.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekaligus Kepala BPLH, Bapak Moh. Jumhur Hidayat, dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda. Ia melihat peran anak muda sangat esensial dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Kita baru saja meluncurkan program KELANA, dan ini menjadi kebahagiaan bagi kita karena diinisiasi pemerintah dan berkolaborasi dengan anak-anak muda. Isu lingkungan ini memang tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda, sehingga kita harus mampu memfasilitasi ruang-ruang partisipasi mereka secara lebih luas,” ujar Menteri Jumhur, seperti dikutip pada tanggal 14 Mei.
Baca juga: Tangis Istri Nadiem Makarim Pecah Dengar Tuntutan 18 Tahun Penjara
Program KELANA sendiri dirancang dengan format yang interaktif dan edukatif. Program ini berfungsi sebagai sebuah platform pembelajaran yang mencakup berbagai isu lingkungan. Peserta, yang mayoritas adalah mahasiswa dan pelajar, diajak untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan di lapangan.
Mereka mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara mendalam dengan masyarakat lokal yang hidup dan bergantung pada lingkungan sekitar. Pengalaman langsung di lapangan ini kemudian diharapkan dapat diolah menjadi sebuah narasi yang inspiratif dan menggugah kesadaran publik.
Narasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai pentingnya pelestarian alam, khususnya terhadap ekosistem yang rentan seperti mangrove.
Dalam salah satu episode KELANA yang dilaksanakan di Jambi, Puteri Indonesia Lingkungan 2024, Sophie Kirana, turut hadir mendampingi para peserta. Kehadirannya memberikan semangat tambahan bagi para anak muda yang terlibat dalam program ini.
Sophie Kirana secara khusus memfokuskan perhatiannya pada pembelajaran mengenai ekosistem gambut dan mangrove. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh generasi muda terhadap program KELANA ini.
Dengan melibatkan anak muda secara aktif sebagai agen perubahan, pemerintah memiliki optimisme yang tinggi. Diharapkan, isu-isu lingkungan, khususnya terkait mangrove, akan mendapatkan perhatian yang lebih luas dan mendalam di kalangan masyarakat luas. Partisipasi aktif generasi muda menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam upaya pelestarian lingkungan.






