Pemkot Mojokerto Tingkatkan Transformasi Digital, OPD Diharapkan Bersinergi

News3 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto berupaya keras untuk mempercepat transformasi digital dalam berbagai aspek pelayanan publik.

Langkah ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI). Acara yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini diselenggarakan di Balai Kota Mojokerto pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi konsep Pemerintah Digital tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh satu dinas saja, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Beliau menekankan pentingnya keterlibatan aktif dan kolaborasi dari seluruh OPD dalam mensukseskan program ini. Setiap OPD memiliki peran dan fungsi yang saling melengkapi untuk menghadirkan layanan publik yang lebih efisien, mudah diakses, dan terintegrasi.

Oleh karena itu, para peserta FGD diharapkan dapat memahami secara mendalam mengenai tugas dan langkah-langkah tindak lanjut yang harus diambil setelah sesi pendampingan selesai. Hal ini penting agar setiap elemen dalam pemerintahan kota dapat bergerak secara sinergis.

“Semua harus bergerak bersama. Kalau hanya satu pihak yang bekerja, target yang sudah ditetapkan akan sulit tercapai,” tegas Wali Kota Ika Puspitasari, menekankan pentingnya kerja tim dalam mencapai tujuan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menyatakan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan langkah awal yang krusial. Tujuannya adalah untuk mencapai target indeks Pemerintah Digital yang telah ditetapkan untuk tahun 2026.

Beliau optimis bahwa Kota Mojokerto memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan target tersebut. Pengalaman dalam pengembangan layanan pemerintahan berbasis teknologi yang telah dijalani sebelumnya menjadi modal berharga.

Menurut Sekretaris Daerah, fokus utama pengembangan Pemerintah Digital saat ini bergeser. Bukan lagi sekadar menambah jumlah aplikasi baru, melainkan pada upaya integrasi aplikasi-aplikasi yang sudah ada.

Integrasi ini bertujuan agar seluruh layanan dapat saling terhubung, sehingga lebih efektif dan mudah digunakan oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan akses layanan bagi warga.

“Kalau dulu setiap layanan punya aplikasi sendiri-sendiri, sekarang yang penting adalah bagaimana semua layanan itu saling terhubung. Dengan begitu masyarakat tidak perlu bingung menggunakan banyak aplikasi untuk mengurus berbagai kebutuhan,” jelas Gaguk Tri Prasetyo.