Kericuhan di Forum Diskusi UGM: Versi Pejabat dan Mahasiswa Berbeda

Viral1 Views

GueBerita.com – Sebuah forum diskusi publik yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, pada tanggal 16 Juni 2026, dilaporkan berakhir dalam suasana ricuh. Insiden ini dengan cepat menyebar dan menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial.

Acara tersebut rencananya akan menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Bapak Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian, Bapak Sudaryono. Turut hadir pula Bapak Budiman Sudjatmiko sebagai salah satu pembicara.

Menurut informasi yang diunggah melalui akun Instagram Fakta Indo, situasi forum mulai memanas dan berujung pada kericuhan ketika Bapak Budiman Sudjatmiko sedang menyampaikan materi. Sejumlah mahasiswa dilaporkan naik ke area panggung, yang kemudian membuat situasi forum sulit dikendalikan.

Berbagai video dan laporan yang beredar di media sosial turut mengkonfirmasi adanya insiden pelemparan gelas air mineral di tengah jalannya diskusi. Suasana menjadi tegang dan tidak kondusif bagi kelanjutan forum.

Menanggapi peristiwa tersebut, Bapak Sudaryono memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia membantah adanya tudingan bahwa dirinya meninggalkan lokasi forum untuk menghindari dialog dengan para mahasiswa. Menurutnya, ia dan Bapak Nusron Wahid berusaha untuk tetap melanjutkan diskusi.

Lebih lanjut, Bapak Sudaryono menyatakan bahwa mereka tetap membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik selama forum berlangsung. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kontak fisik dan terkena lemparan air ketika suasana forum semakin memanas.

Karena situasi yang memburuk, pihak keamanan akhirnya menyarankan para narasumber untuk meninggalkan lokasi demi menjaga keselamatan mereka. Namun, Bapak Sudaryono menegaskan bahwa ia dan rombongannya sempat kembali ke lokasi untuk menemui peserta forum dan melanjutkan dialog setelah kondisi dirasa lebih memungkinkan.

Sementara itu, dari pihak mahasiswa, seorang perwakilan dari Serikat Mahasiswa UGM yang bernama Mesa memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa penghentian forum tersebut merupakan bentuk kritik yang disampaikan oleh mahasiswa terhadap pemerintah. Mesa juga menekankan pentingnya kebebasan dalam menyampaikan aspirasi.

Menurut Mesa, gesekan yang terjadi dalam forum tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya ketegangan antara mahasiswa dan pemerintah. Ketegangan ini timbul sebagai respons terhadap berbagai isu publik yang berkembang dan menjadi perhatian mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait evaluasi penyelenggaraan forum diskusi tersebut. Pihak universitas juga belum memberikan informasi mengenai tindak lanjut atas insiden kericuhan yang terjadi selama kegiatan berlangsung. (*)