GueBerita.com – Perkembangan pesat era digital dan teknologi menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Menyadari hal ini, Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah proaktif untuk membekali para pelajar dan mahasiswa agar tidak tersesat dalam dinamika dunia maya.
Dalam sebuah acara sosialisasi yang diselenggarakan di Gedung Krida Praja pada Rabu, 17 Juni, Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengimbau generasi muda untuk senantiasa berpegang teguh pada etika dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Acara yang mengusung tema “Muda Beretika, Berbudaya, dan Berkarakter: Saatnya Tunjukkan Sopan Santunmu” ini dihadiri oleh siswa-siswi SMA/SMK serta mahasiswa se-Kota Madiun.
F. Bagus Panuntun menggarisbawahi peran krusial generasi muda sebagai penggerak utama masa depan bangsa. Oleh karena itu, investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dinilai sangat penting untuk dimulai sejak dini. Hal ini bertujuan agar mereka siap membawa Indonesia meraih cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.
Beliau secara spesifik menyoroti dominasi penggunaan gawai dan media digital dalam keseharian anak muda saat ini. Menurutnya, penetrasi teknologi yang masif harus dibarengi dengan kemampuan menyaring informasi yang baik. Tujuannya adalah agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau provokasi yang beredar di dunia maya.
Sebagai upaya konkret untuk mewujudkan lingkungan digital yang lebih sehat, Pemerintah Kota Madiun berencana untuk menerbitkan sebuah regulasi khusus dalam bentuk surat edaran resmi.
Surat edaran ini nantinya akan mengatur lebih lanjut mengenai penggunaan gawai di kalangan pelajar. Harapannya, penggunaan gawai dapat menjadi lebih terarah, produktif, dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses belajar mereka.
Di akhir presentasinya, Pj Wali Kota Madiun menyampaikan pesan yang sangat mendalam mengenai pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah gelombang modernisasi yang terus bergulir.
“Sehebat apapun kemajuan teknologi yang kita capai, budaya Indonesia harus tetap dijaga kelestariannya. Jika kita sampai kehilangan nilai-nilai budaya, maka bangsa ini akan menjadi lebih rentan terhadap perpecahan,” tegas F. Bagus Panuntun dalam pernyataannya. (*)






