Melatih Kemandirian: Kisah Anak TK Jepang Mendaki Gunung Hoei

Lifestyle41 Views

GueBerita.com – Sebuah taman kanak-kanak di Jepang, Keyanomori Gakuen, kembali menginspirasi dunia dengan program kemah mandiri tahunannya. Program ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari kegiatan berkemah pada umumnya.

Anak-anak usia tertua di taman kanak-kanak tersebut mendapatkan tantangan luar biasa. Mereka diajak untuk mendaki Gunung Hoei yang memiliki ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Beruntung, tahun ini cuaca sangat bersahabat, sehingga seluruh peserta didik berhasil mencapai puncak.

Tentu saja, perjalanan menaklukkan lereng gunung yang terjal bukanlah hal mudah bagi anak-anak usia dini. Di tengah tanjakan yang menguras energi, rasa lelah mulai menyeruak.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi sekolah, @keyanomorigakuen, anak-anak sempat memperlihatkan ekspresi kelelahan. Mereka melontarkan pertanyaan seperti, “Kita belum sampai? Di mana kita? Berapa lama lagi kita harus berjalan?”

Pada titik krusial inilah peran para pendidik diuji. Alih-alih membujuk, memotivasi secara berlebihan, atau memberikan bantuan fisik, para guru justru fokus melatih kemandirian dan kemampuan anak dalam mengambil keputusan. Guru memberikan pilihan mutlak kepada anak-anak untuk menentukan nasib perjalanan mereka sendiri.

Pihak sekolah menyampaikan pesan mendalam kepada anak-anak di tengah jalur pendakian. Mereka berkata, “Jika Anda berusaha mencapai puncak, mulai dari sini, guru tidak akan mendorong Anda, mengucapkan kata-kata yang baik, dan tidak akan menyentuh Anda! Kita semua berjalan dalam kekuatan kita. Apakah Anda masih akan memanjatnya? Memanjat juga bagus! Bagus untuk turun! Bagaimanapun juga ada pengalaman belajar! Sekarang apa yang kita lakukan?”

Mendengar pertanyaan dan pilihan tersebut, anak-anak terdiam sejenak untuk memikirkan keputusan mereka. Satu per satu dari mereka kemudian menjawab dengan penuh keyakinan. Ada yang berkata, “Aku ingin mendaki”, “Aku ingin ke puncak”, “Aku memutuskan untuk mendaki”, dan “Aku akan berusaha sebaik mungkin”.

Setelah keputusan diambil oleh diri mereka sendiri, sebuah perubahan besar terjadi. Anak-anak tersebut berhenti mengeluh. Ketika terjatuh, mereka langsung bangkit berdiri sendiri tanpa menangis dan terus melangkah maju. Fokus mereka sempat teralihkan dari rasa lelah berkat kehadiran serangga-serangga kecil di sepanjang jalur pendakian yang menghibur mereka hingga ke puncak.

Baca juga: Perpustakaan Seskoad Sediakan 42 Ribu Koleksi Buku untuk Perwira

Aktivitas luar ruangan yang ekstrem ini erat kaitannya dengan konsep Yagai Hoiku atau pengasuhan di alam terbuka yang populer di Jepang. Metode ini dinilai sangat efektif untuk menumbuhkan karakter tangguh, daya tahan fisik, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan penting sejak dini tanpa adanya paksaan dari orang dewasa.