GueBerita.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Madiun telah menegaskan komitmennya untuk mengawasi secara cermat pelaksanaan program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program jambanisasi di seluruh 27 kelurahan.
Kolaborasi erat antara Pemkot Madiun dan TP PKK ini bertujuan untuk menjamin bahwa setiap proyek pembangunan memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan. Selain itu, memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Percepatan realisasi program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat ini secara resmi dimulai dengan dilakukannya penandatanganan Virtual Account (VA) untuk para penerima bantuan sosial RTLH dan jambanisasi Tahun Anggaran 2026. Acara ini diselenggarakan di Kecamatan Taman pada hari Selasa, tanggal 14 Juli.
Setelah seluruh proses administrasi selesai, pengerjaan fisik di lapangan dijadwalkan akan segera dimulai pada hari Rabu, tanggal 15 Juli. Target utama dari program pembangunan ini mencakup renovasi sebanyak 94 unit rumah yang masuk kategori RTLH dan pembangunan 49 unit jamban sehat.
Dalam setiap tahapan pelaksanaan program ini, akurasi data mengenai siapa saja yang berhak menerima bantuan menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Pengawasan yang ketat akan terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan.
“Prioritas utama kami bukanlah sekadar mencapai target jumlah. Yang terpenting adalah data penerima harus valid, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang memang berhak menerimanya,” ujar seorang narasumber yang terlibat dalam program ini.
Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp15 juta untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam program RTLH. Sementara itu, untuk program pembangunan jamban sehat, setiap penerima bantuan akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp7,5 juta.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara seluruh jajaran pemerintah daerah, para kader TP PKK yang berdedikasi, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya, program bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas. Tidak hanya sekadar memperbaiki kondisi fisik rumah yang tidak layak huni.
Lebih dari itu, kolaborasi ini juga ditargetkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat melalui sanitasi yang memadai. Selain itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menata estetika Kota Madiun agar terlihat lebih rapi dan indah, serta secara berkelanjutan meningkatkan taraf kesejahteraan hidup seluruh masyarakat Kota Madiun.






