Plt Wali Kota Madiun Canangkan MPLS Bebas Perpeloncoan dan Sadar Antikorupsi di SMPN 13

News2 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkarakter bagi seluruh siswa baru.

Komitmen ini diimplementasikan melalui pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Tujuannya adalah memastikan kegiatan orientasi ini berlangsung secara edukatif, ramah anak, serta bebas dari praktik perpeloncoan dan perundungan.

Langkah konkret ini diperlihatkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, ketika beliau meninjau langsung hari pertama MPLS di SMP Negeri 13 Kota Madiun pada hari Senin, 13 Juli.

Kehadiran pemimpin tertinggi di Pemkot Madiun ini menjadi penegas peran serta pemerintah dalam mengawasi agar seluruh kegiatan orientasi sekolah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam kunjungannya tersebut, F. Bagus Panuntun tidak hanya menyampaikan arahan resmi, tetapi juga berupaya mencairkan suasana dengan berdialog secara interaktif bersama para siswa baru melalui kuis dan pertanyaan yang ringan.

Kepada awak media dan seluruh civitas akademika sekolah, F. Bagus Panuntun menekankan bahwa MPLS harus mengutamakan pendekatan yang humanis dan bersifat mendidik. Sekolah, menurutnya, harus menjadi tempat yang menyenangkan agar para siswa baru dapat beradaptasi secara optimal tanpa dibayangi rasa takut.

“Melalui MPLS hari ini, kami dari Pemerintah Kota memperkenalkan budaya antikorupsi. Yang pertama, pola pembelajaran siswa baru sekarang tidak ada lagi istilah perpeloncoan, perundungan, dan lain sebagainya. Semua kegiatan harus dilaksanakan dengan cara yang ramah. Segala sesuatu yang ada di lingkungan sekolah harus diperkenalkan, mulai dari orang-orangnya hingga lingkungannya. Semuanya harus diperkenalkan secara ramah,” ujar F. Bagus Panuntun, Plt Wali Kota Madiun, dengan tegas.

Selain memastikan aspek keamanan psikologis para siswa, Pemkot Madiun juga memanfaatkan momentum MPLS ini untuk menanamkan pendidikan karakter yang berlandaskan pada budaya antikorupsi sejak dini.

Menurut F. Bagus Panuntun, pemahaman mengenai antikorupsi tidak hanya terbatas pada aspek hukum pidana. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti menanamkan nilai kejujuran, disiplin, keberanian untuk mengakui kesalahan, dan sikap bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi antara pihak sekolah dan dukungan dari Dinas Pendidikan, Pemkot Madiun berharap MPLS tahun ini dapat berhasil mencetak generasi muda Kota Madiun yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi dan berakhlak mulia. (*)