Pemkot Madiun Gandeng Arumi Bachsin dan Bu Rudy Jadi Juri Lomba Cipta Kreasi Jajan Khas

News3 Views

GueBerita.com – Rangkaian perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun telah sukses dimeriahkan oleh penyelenggaraan Gelaran Cipta Kreasi Jajan Khas.

Acara yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni ini, bertempat di Balai Kota Madiun. Sebanyak 54 tim peserta yang terdiri dari perwakilan TP PKK Kelurahan dan pelaku UMKM lokal turut serta dalam kompetisi ini. Berbagai kuliner tradisional dengan sentuhan inovasi yang unik berhasil ditampilkan oleh para peserta.

Kompetisi bergengsi ini turut menghadirkan jajaran dewan juri yang sangat kompeten. Di antara mereka adalah Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak. Selain itu, hadir pula pendiri Sambal Bu Rudy Surabaya, Le Lanny Siswandi, serta pemilik Bluder Cokro, Erica Puspa Sari Santoso.

Setelah melalui proses penilaian yang cermat oleh tim juri, kompetisi ini berhasil menentukan para pemenang. Tiga juara terbaik dan dua juara kategori favorit berhasil diumumkan, menunjukkan kualitas dan kreativitas peserta.

  • Juara I diraih oleh Produk King Pecel Madiun dari UMKM Kelurahan Banjarejo.
  • Juara II jatuh pada Produk Dodol Asem Jawa Bango Asri dari TP PKK Kelurahan Pilangbango.
  • Juara III dianugerahkan kepada Produk Suluh Kembang Kates dari Tim Lentera 03 Kelurahan Oro-Oro Ombo.
  • Untuk kategori favorit, Juara Favorit I diraih oleh Produk Kerupuk Telur Asin dari UMKM Kelurahan Pilangbango.
  • Sedangkan Juara Favorit II menjadi milik Produk Pecel Makskres dari Tim Suka Ceria Kelurahan Sukosari.

Sebagai salah satu juri kehormatan, Arumi Bachsin Emil Dardak mengungkapkan kekagumannya terhadap totalitas dan kesungguhan para peserta dari Kota Madiun. Ia melihat persiapan yang sangat matang, mulai dari cara penyajian yang menarik, penjelasan produk yang mendalam, hingga adanya dokumentasi video mengenai proses pembuatan.

“Jadi di masing-masing kelurahan kelihatan sekali mereka sungguh-sungguh ya. Kelihatan banget mereka mempersiapkannya dengan waktu yang cukup. Saya sering ke kegiatan seperti ini, kelihatan baru jadi. Yang baru dengan yang sudah dipersiapkan itu sangat berbeda,” ujar Arumi Bachsin, menyoroti perbedaan kualitas antara produk yang dipersiapkan dengan matang dan yang dibuat mendadak.

Menanggapi potensi besar yang telah ditunjukkan, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa seluruh produk jajanan khas yang dihasilkan merupakan aset daerah yang sangat bernilai tinggi. Pemerintah kota memiliki komitmen kuat untuk memastikan produk-produk ini dapat mencapai standar yang layak untuk dipasarkan di berbagai destinasi wisata.

Tidak hanya akan dipatenkan untuk melindungi hak cipta dan keasliannya, para pemenang juga dijanjikan akan mendapatkan pelatihan khusus. Pelatihan ini akan diberikan oleh para pengusaha sukses yang diharapkan dapat membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan agar produk mereka mampu memenuhi selera pasar yang lebih luas.

F. Bagus Panuntun juga memberikan jaminan bahwa kegiatan serupa akan terus diselenggarakan dan dikembangkan di masa mendatang, bahkan dengan skala yang lebih besar. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membina pelaku UMKM.

“Kenapa istilahnya ini saya ngeyel untuk diadakan, pertama UMKM harus upgrade skill. Kalau tidak dipaksa seperti nanti jualannya akan ala kadarnya. Kedua, wisata Kota Madiun harus naik kelas termasuk seluruh UMKM-nya,” pungkas F. Bagus Panuntun, menjelaskan dua alasan utama di balik penyelenggaraan acara ini, yaitu peningkatan kualitas UMKM dan pengembangan sektor pariwisata Kota Madiun.