GueBerita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh jajarannya dalam menghadapi berbagai potensi situasi darurat yang mungkin terjadi.
Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang difasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun. Bimtek ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan fokus pada Manajemen Bencana Lintas Sektor dan keterampilan Penyelamatan Air atau yang dikenal sebagai Water Rescue.
Acara pembukaan kegiatan yang berlangsung di Embung Pilangbango ini secara resmi dilakukan pada hari Rabu, tanggal 8 Juli, oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.
Dalam sambutannya, F. Bagus Panuntun menekankan betapa pentingnya kesadaran akan ancaman bencana alam yang sifatnya tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penguasaan mendalam mengenai mitigasi, teknik-teknik penyelamatan yang efektif, serta kemampuan koordinasi antar-sektor menjadi hal yang mutlak harus dikuasai oleh seluruh aparatur sipil negara.
“Kita tidak pernah tahu kapan bencana akan datang. Maka dari itu, Bapak dan Ibu sekalian harus benar-benar memahami teknik, pengetahuan, dan langkah-langkah yang harus diambil apabila bencana itu terjadi,” tegas F. Bagus Panuntun dalam arahannya.
Pada hari pertama pelaksanaan bimtek, para peserta mendapatkan pemaparan materi secara teoritis. Materi tersebut mencakup berbagai aspek manajemen bencana yang melibatkan koordinasi lintas sektor, pengenalan mendalam terhadap berbagai jenis peralatan keselamatan yang digunakan dalam situasi penyelamatan air, serta pembelajaran dasar-dasar teknik penyelamatan ketika berada di dalam air.
Rangkaian agenda bimtek ini akan berlanjut pada hari Kamis, tanggal 9 Juli. Pada hari kedua ini, fokus kegiatan akan beralih pada sesi simulasi dan praktik langsung di lapangan. Seluruh rangkaian praktik ini akan dibimbing secara intensif oleh instruktur-instruktur yang berkompeten dari Basarnas Jawa Timur.
Beberapa jenis materi praktik yang telah disiapkan untuk para peserta meliputi teknik-teknik pertolongan korban yang berada di dalam air, prosedur yang benar dalam mengoperasikan perahu karet untuk evakuasi, cara efektif memanfaatkan tali penyelamat (rescue rope), hingga simulasi skenario evakuasi korban dalam berbagai kondisi.
Melalui program pelatihan yang intensif ini, Pemerintah Kota Madiun memiliki target yang jelas. Mereka berharap dapat menghasilkan aparatur yang lebih sigap, memiliki kemampuan koordinasi yang solid, serta bertindak secara profesional. Dengan demikian, diharapkan pelayanan perlindungan dan respons cepat terhadap masyarakat saat terjadi bencana dapat terlaksana secara optimal dan maksimal.






