Kolaborasi Pemkot Madiun dan Pemprov Jatim untuk Proyek PERMATA JATIM

News9 Views

GueBerita.com – Kawasan permukiman di sekitar Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) III, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, akan segera mengalami transformasi signifikan.

Pemerintah Kota Madiun berhasil mendapatkan program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (PERMATA JATIM) Tahun 2026. Program ini merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan didukung oleh anggaran sebesar Rp7,3 miliar.

Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur ini difokuskan untuk menata ulang kawasan padat penduduk agar menjadi lebih rapi dan bebas dari kesan kumuh.

Proses sosialisasi program PERMATA JATIM 2026 telah dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. Acara ini berlangsung pada Kamis (18/6) malam di aula Rusunawa III.

Sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang turut memberikan sambutan dan arahan.

Proyek penataan terintegrasi ini mencakup berbagai pembangunan infrastruktur fisik yang dirancang untuk meningkatkan kualitas permukiman warga.

Beberapa elemen kunci dari proyek ini meliputi:

  • Pemasangan jalan paving 3D dengan luas total 1.892,2 meter persegi, yang akan tersebar di sepuluh titik strategis.
  • Pembangunan saluran drainase baru sepanjang 2.219,4 meter persegi untuk mengoptimalkan pengelolaan air.
  • Pemasangan lampu penerangan jalan lingkungan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan di malam hari.
  • Pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.
  • Pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) di sisi selatan Rusunawa III, yang diharapkan menjadi area rekreasi dan interaksi warga.

Salah satu aspek menarik dari pembangunan RTP ini adalah rencana penambahan ikon unik, yaitu Tugu Mie dan Tugu Barang Bekas. Pemilihan ikon ini didasari oleh identitas kawasan tersebut.

Kawasan ini memang dikenal sebagai destinasi kuliner mie ayam yang populer. Selain itu, rencana pembangunan Pasar Barang Bekas akan mengintegrasikan kawasan ini dengan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Proyek pembangunan yang berskala besar ini ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu lima bulan ke depan.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan harapannya agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penerima manfaat pasif.

Beliau mengajak warga untuk aktif mengawal jalannya proyek dan bersiap menangkap berbagai peluang ekonomi yang berpotensi muncul seiring dengan revitalisasi kawasan ini.

F. Bagus Panuntun optimis bahwa wilayah Manguharjo akan bertransformasi menjadi sebuah pusat ekonomi baru yang berpotensi besar bagi Kota Madiun.

“Saya melihat ada peluang besar ke depan. Ada ruang terbuka, pasar barang bekas, di sini juga dekat dengan pusat oleh-oleh. Potensi perputaran ekonomi tinggi sekali. Masyarakat harus bersiap,” ujar Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menekankan potensi ekonomi yang akan tercipta dari proyek ini. (*)