NewJeans Kembali Digugat, Lagu “ETA” Diduga Menjiplak Karya Musisi Amerika

GueBerita.com – Grup K-pop NewJeans kembali menghadapi masalah hukum terkait dugaan pelanggaran hak cipta. Kali ini, perusahaan penerbit musik asal Amerika Serikat, All Surface Publishing, mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Pusat California pada Selasa, 7 Juli 2026.

Gugatan tersebut berfokus pada lagu “ETA” yang dirilis oleh NewJeans pada tahun 2023 melalui mini album mereka yang bertajuk Get Up. All Surface Publishing mengklaim bahwa lagu “ETA” memiliki kemiripan yang signifikan dengan “Samir’s Theme”, sebuah karya yang telah diciptakan oleh DJ Debonair Samir sejak tahun 2005.

Menurut pihak penggugat, kesamaan yang ditemukan pada unsur melodi dan ritme antara kedua lagu tersebut dinilai terlalu mencolok untuk dianggap sebagai karya yang dibuat secara independen. Kemiripan ini menjadi dasar utama dari tuduhan pelanggaran hak cipta yang diajukan.

Dalam tuntutannya, All Surface Publishing meminta ganti rugi sebesar 150 ribu dolar Amerika Serikat untuk setiap karya yang terbukti melanggar hak cipta secara sengaja. Selain itu, penggugat juga mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menghentikan segala bentuk distribusi serta penggunaan lagu “ETA” yang dipermasalahkan.

Kasus ini tidak hanya menyeret NewJeans, tetapi juga sejumlah pihak lain yang terlibat dalam proses produksi dan pemanfaatan lagu “ETA”. Pihak-pihak yang turut digugat meliputi ADOR, HYBE Labels, produser lagu bernama 250, rapper Beenzino, serta perusahaan teknologi raksasa Apple. Apple diketahui menggunakan lagu “ETA” dalam salah satu kampanye iklannya, yang semakin memperluas cakupan gugatan ini.

Gugatan ini secara spesifik menyoroti dugaan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terlibat, baik dalam tahap pembuatan lagu maupun dalam penggunaannya untuk tujuan komersial. Hal ini menunjukkan kompleksitas hukum yang timbul akibat produksi dan distribusi musik di era digital.

Menanggapi gugatan yang dilayangkan, perwakilan dari NewJeans menyatakan bahwa mereka sedang dalam proses meninjau dokumen internal. Peninjauan ini dikhususkan pada proses produksi lagu “ETA” yang berada di bawah tanggung jawab mantan CEO ADOR, Min Hee Jin. Pihak grup sedang berupaya memahami seluk-beluk proses kreatif yang terjadi.

Tim NewJeans juga memberikan jaminan bahwa mereka akan bekerja sama sepenuhnya dengan tim kuasa hukum. Tujuannya adalah untuk mempelajari seluruh bukti dan argumen yang diajukan oleh penggugat secara mendalam sebelum memutuskan langkah hukum selanjutnya yang akan diambil. Pendekatan yang hati-hati ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi kasus ini.

Perkara ini menandai gugatan hak cipta kedua yang dihadapi oleh NewJeans. Sebelumnya, grup ini juga masih menjalani proses hukum terkait dugaan plagiarisme pada lagu mereka yang lain, yaitu “How Sweet”. Situasi ini menambah tekanan pada grup yang sedang naik daun tersebut.

Kasus yang kembali mencuat ini berpotensi besar memberikan dampak signifikan terhadap reputasi serta aktivitas komersial NewJeans. Terutama, jika pengadilan pada akhirnya memutuskan adanya pelanggaran hak cipta yang telah terjadi pada lagu “ETA” maupun lagu-lagu lainnya.