DPRD Mojokerto Dukung Penguatan Dispusip untuk Literasi dan Memori

News2 Views

GueBerita.com – Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang belajar, pusat inovasi, sekaligus jantung literasi masyarakat.

Sementara arsip merupakan memori kolektif yang menyimpan perjalanan pemerintahan, pendidikan, hingga hak-hak warga. Berangkat dari pemahaman tersebut, Komisi I DPRD Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk memperkuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, melalui dukungan kebijakan maupun penganggaran yang lebih optimal.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi Enny Rahmawati, saat kunjungan kerja ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, perpustakaan merupakan layanan dasar yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Oleh sebab itu, kehadiran perpustakaan harus mampu memberikan akses ilmu pengetahuan yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Meski pemerintah pusat telah memberikan dukungan melalui dana bantuan nonfisik, Enny menilai, kebutuhan mendasar berupa penambahan koleksi buku masih perlu mendapatkan perhatian serius.

Ia mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menginventarisasi kebutuhan prioritas, agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.

“Perpustakaan harus terus diperbarui. Masyarakat akan tertarik datang, jika selalu menemukan bacaan baru yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan mereka,” terang Enny.

Saat ini, Kota Mojokerto memiliki lima layanan perpustakaan kontainer dan dua perpustakaan kelurahan yang tersebar di tengah permukiman warga.

Fasilitas tersebut dinilai menjadi modal besar untuk memperluas budaya membaca. Namun, keberadaan sarana itu harus diimbangi inovasi layanan, agar mampu menarik minat masyarakat secara berkelanjutan.

Komisi I DPRD juga mendorong adanya rotasi koleksi buku secara berkala, mulai dari buku pengetahuan umum, keterampilan, kewirausahaan, literasi digital, komik edukasi, hingga bacaan anak dan keluarga.