Bekasi Disorot Dunia karena Emisi Metana Tinggi dari Sampah Berdasarkan Data NASA

Nasional8 Views

GueBerita.com – Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, kini menjadi sorotan internasional.

Berdasarkan data pemantauan teknologi satelit terbaru, kawasan tersebut teridentifikasi sebagai salah satu titik penghasil emisi gas metana (CH₄) terbesar di tingkat global.

Mengutip data dari organisasi pemantau emisi Carbon Mapper, satelit Tanager-1 milik Planet Labs, serta instrumen EMIT milik NASA, TPST Bantar Gebang tercatat melepaskan sekitar 6,3 ton gas metana setiap jamnya.

Volume emisi yang signifikan ini menempatkan Bekasi di urutan kedua secara global dalam kategori sumber emisi metana dari sektor sampah, berada tepat di bawah kawasan Campo de Mayo di Argentina.

Tingginya angka emisi ini berkaitan erat dengan volume sampah yang diterima Bantar Gebang, yang mencapai ribuan ton per hari.

Dalam perspektif lingkungan, gas metana memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO₂) dalam jangka waktu pendek (sekitar 20 tahun).

Selain dampaknya terhadap perubahan iklim, tumpukan emisi gas metana di area pembuangan sampah terbuka juga berkontribusi pada pembentukan ozon troposfer.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi kesehatan publik, mengingat dampaknya yang dapat mengganggu sistem pernapasan warga di sekitar lokasi.

Temuan ini mempertegas tantangan besar dalam pengelolaan sampah di kota-kota besar di Indonesia.

Baca juga: Dua Turis Singapura Meninggal Dunia di Gunung Dukono Akibat Letusan, Evakuasi Terkendala Cuaca

Penggunaan teknologi pemantauan ruang angkasa kini memungkinkan identifikasi sumber polusi secara lebih akurat, yang diharapkan dapat menjadi basis data bagi pembuat kebijakan untuk beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. (*)