GueBerita.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik inisiatif kolaborasi dalam pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Komunitas Berdaya Nusantara bersama RAPPO Indonesia di Kecamatan Tallo, Makassar, pada Rabu (13/5/2026). Beliau menyuarakan optimisme terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di wilayah tersebut.
Menurut Munafri, program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi Kota Makassar untuk menjadi kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Program pemberdayaan perempuan ini dilaksanakan oleh Nusantara Infrastructure di Kantor Lurah Panampu, Kecamatan Tallo.
Munafri menekankan pentingnya peran perempuan dalam setiap aspek pembangunan. Ia berpendapat bahwa perempuan seharusnya tidak hanya menjadi pengamat, melainkan partisipan aktif dalam kemajuan kota.
Program ini dinilai mampu membuka akses terhadap berbagai keterampilan dan menciptakan ruang-ruang kreatif bagi kaum perempuan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi mereka di tengah masyarakat.
Dalam forum tersebut, Munafri juga secara khusus menyoroti isu sampah plastik yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Makassar. Ia mengapresiasi kreativitas masyarakat yang bekerja sama dengan RAPPO Indonesia dalam upaya mengubah limbah plastik menjadi produk fesyen yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual.
Beliau menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan aktif dari sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat sangatlah krusial untuk mencapai hasil yang optimal.
Munafri memaparkan data produksi sampah harian di Kota Makassar yang mencapai angka sekitar 800 ton. Kapasitas pengangkutan sampah yang dimiliki saat ini baru mampu menangani sekitar 67 persen dari total produksi tersebut.
Akibatnya, masih ada sekitar 30 persen sampah yang belum dapat tertangani secara maksimal. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk terus mencari solusi inovatif dalam pengelolaan sampah.
Baca juga: Usai Polemik LCC 4 Pilar, Siswi Pontianak Ditawari Beasiswa ke China
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Makassar sedang berupaya keras untuk menghentikan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari arahan Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk meningkatkan standar pengelolaan sampah di seluruh Indonesia.






