GueBerita.com – Kota Mojokerto, 13 Mei 2026, telah berhasil menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkat pencapaiannya dalam menekan angka stunting hingga mencapai 0,92 persen.
Keberhasilan signifikan ini menarik perhatian Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang didampingi rombongan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB. Mereka melakukan kunjungan studi tiru untuk mendalami strategi penanganan stunting yang diterapkan di Kota Mojokerto.
Rombongan dari NTB disambut hangat oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, beserta jajaran Pemerintah Kota Mojokerto. Acara penerimaan berlangsung di Sabha Mandala Madya Balaikota Mojokerto pada Rabu (13/5).
Wakil Gubernur NTB menjelaskan bahwa pemilihan Kota Mojokerto sebagai lokasi studi tiru didasarkan pada keberhasilan kota ini dalam menurunkan angka stunting secara drastis. Hal ini dicapai melalui kerja sama lintas sektor yang kuat dan berbagai inovasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Kami hadir di sini ingin mengetahui langsung bagaimana Kota Mojokerto, dengan berbagai intervensi dan program gotong royong yang dilaksanakan secara bersama, mampu meraih angka penurunan stunting yang sangat tinggi. Kami tertarik untuk hadir dan rupanya salah satu keunggulan Kota Mojokerto adalah banyaknya inovasi,” ujar Wagub NTB.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kesuksesan sebuah program tidak semata-mata ditentukan oleh besaran anggaran yang dialokasikan. Faktor krusial lainnya adalah kesungguhan pemimpin dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Pedagang Tahu Goreng Tewas Akibat Tabrak Mobil SPPG di Bekasi
“Kesungguhan hati, pola pendekatan yang tepat, dan sentuhan langsung dari pimpinan hingga ke tingkat bawah, jauh lebih penting untuk menunjukkan keberhasilan dari setiap program yang dijalankan,” tegasnya.
Wagub NTB juga tidak lupa menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang dinilai berhasil membawa berbagai pencapaian nyata dan berdampak positif bagi masyarakat Kota Mojokerto.
“Saya bangga dapat mengunjungi Kota Mojokerto yang dipimpin oleh seorang perempuan. Kita bisa melihat secara langsung berbagai prestasi nyata yang telah ditorehkan,” ungkapnya dengan nada bangga.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memaparkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto menempatkan prioritas utama pada pembangunan kualitas sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan dan pengembangan inovasi berbasis masyarakat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam upaya penanganan stunting, Pemerintah Kota Mojokerto telah menerapkan berbagai intervensi yang berkelanjutan. Program-program ini mencakup pemantauan kesehatan secara rutin bagi remaja putri, pendampingan intensif bagi calon pengantin, pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi ibu hamil, pendampingan pascapersalinan bagi ibu, hingga pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala.






