Diskominfo Kota Madiun Gelar Monev, Dorong OPD Lebih Responsif Tangani Keluhan Warga – Pemerintah Kota Madiun menunjukkan komitmen kuatnya untuk meningkatkan transparansi informasi dan kualitas pelayanan publik.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) kembali diselenggarakan. Tujuannya adalah untuk mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, hingga BUMD agar lebih optimal dalam mengelola informasi publik.
Kota Madiun berhasil meraih prestasi gemilang pada tahun 2025 dengan nilai keterbukaan informasi publik mencapai 98,9. Angka ini merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi.
Capaian impresif ini menempatkan Kota Madiun pada posisi ketiga terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur. Namun, Pemerintah Kota Madiun tidak lantas berpuas diri dan terus berupaya melakukan percepatan, khususnya dalam hal kecepatan penanganan aduan masyarakat.
Salah satu fokus utama dalam evaluasi kali ini adalah efisiensi waktu tindak lanjut terhadap keluhan warga. Setiap OPD diharapkan mampu bertindak lebih taktis dan memberikan solusi yang efektif setelah menerima laporan dari masyarakat melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Madiun, Bagus Wiyono, menekankan bahwa kecepatan respons menjadi kunci utama kepuasan masyarakat. “Setiap aduan yang didistribusikan ke OPD diharapkan bisa direspons cepat, tidak lebih dari tiga hari,” ujar Bagus Wiyono.
Upaya penguatan ini juga mendapat perhatian serius dari pimpinan daerah. Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, secara aktif memantau perkembangan layanan ini melalui dashboard aduan publik.
Baca juga: Putaran Final LCC 4 Pilar MPR Kalbar Diulang Akibat Kontroversi Penjurian
Beliau secara rutin memeriksa bagaimana respon setiap OPD terhadap masukan maupun keluhan yang masuk, baik melalui sistem maupun media sosial. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa aspirasi warga tertangani dengan baik dan transparan.






