Gerakan Lingkungan Milik Semua, Jumhur Hidayat Dapat Nasehat Emas dari Emil Salim – Pertemuan strategis antara Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, dengan tokoh lingkungan hidup senior Indonesia, Prof. Emil Salim, pada Kamis, 7 Mei 2026, menjadi sorotan penting dalam upaya penguatan komitmen nasional terhadap pembangunan berkelanjutan.
Acara ini menandai langkah signifikan pemerintah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim yang ekstrem dan degradasi ekosistem alam yang mengkhawatirkan.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini mempertemukan Menteri Jumhur Hidayat dengan Prof. Emil Salim, seorang tokoh yang telah lama berkecimpung di dunia lingkungan hidup. Prof. Emil Salim sendiri memiliki rekam jejak yang panjang, pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup periode 1978–1983, serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup dari tahun 1983 hingga 1993.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Jumhur Hidayat secara tegas menyampaikan pentingnya menjalin kolaborasi yang lebih luas. Ia menekankan perlunya pendekatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan dalam setiap upaya pembangunan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk elemen masyarakat sipil, sangat krusial dalam membentuk sebuah gerakan lingkungan yang kuat dan berkelanjutan.
Baca juga: Happy Asmara Nyanyikan Lagu Tanpo Hubungan, Mengisahkan Keikhlasan Melepas Cinta Tak Pasti
“Saya dinasehati dan kita semua dinasehati oleh Prof. Emil bahwa sentuhan kemanusiaan, human touch dalam membangun lingkungan hidup di Indonesia, dimanapun posisi kita apapun itu. Karena itu, silakan dikolaborasikan semua kekuatan, terutama civil society dalam gerakan lingkungan. Gerakan tidak boleh hanya menjadi milik Kementerian Lingkungan Hidup, tapi gerakan lingkungan menjadi milik semua,” ujar Menteri Jumhur, pada Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Menteri Jumhur, optimalisasi pengelolaan lingkungan hidup akan sulit tercapai tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Keterlibatan aktif ini mencakup berbagai lapisan masyarakat dan sektor.
Masyarakat yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan kepedulian sukarela dalam menjaga kelestarian lingkungan, perlu mendapatkan ruang yang lebih besar untuk dilibatkan secara mendalam dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan.
Pendekatan inklusif ini diharapkan dapat melahirkan sebuah gerakan nasional yang solid, di mana setiap elemen masyarakat merasa memiliki tanggung jawab dan berkontribusi secara nyata demi mewujudkan masa depan hijau bagi Indonesia.
Pertemuan ini memberikan angin segar dan harapan baru bagi arah kebijakan lingkungan hidup nasional. Dengan mendengarkan dan mengimplementasikan nasihat berharga dari Prof. Emil Salim, pemerintah menunjukkan kesiapan untuk melangkah lebih maju melalui strategi kolaborasi yang masif dan terintegrasi. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (*)






