GueBerita.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya kesadaran akan dampak kemajuan sains dan teknologi terhadap dunia yang semakin terhubung.
Beliau menyampaikan hal ini dalam Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri oleh sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Acara yang berlangsung tertutup di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Minggu (28/6/2026) ini menjadi forum penting untuk membahas tantangan global.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bagaimana perkembangan pesat sains dan teknologi telah mengubah lanskap global. Peristiwa yang terjadi di belahan dunia yang sangat jauh kini dapat memberikan pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Beliau menggambarkan bahwa “bumi kita, planet kita sudah semakin menjadi kecil karena sains dan teknologi.” Hal ini berarti kejadian yang berjarak ribuan kilometer pun dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Bahkan, jika terjadi konflik besar seperti perang nuklir di satu wilayah dunia, Indonesia pun akan merasakan dampaknya, meskipun tidak terlibat langsung dalam perselisihan tersebut.
Prabowo menegaskan bahwa dunia yang semakin terintegrasi ini menuntut setiap negara untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap berbagai ancaman global. Indonesia, menurutnya, perlu terus memperkuat kapasitasnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, diperlukan juga penyiapan strategi nasional yang matang untuk menghadapi berbagai risiko lintas negara. Risiko-risiko ini bisa mencakup konflik internasional hingga dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi itu sendiri.
Sarasehan Kebangsaan ini juga menjadi platform untuk membahas peran krusial perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia. Para akademisi diharapkan mampu mencetak lulusan yang adaptif terhadap perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Dalam diskusi tersebut, muncul dorongan kuat untuk memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapan nasional, terutama dalam sektor-sektor vital seperti pangan, energi, dan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung tertutup ini tidak hanya dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan akademisi, tetapi juga diisi dengan diskusi internal mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi. Selain itu, dibahas pula bagaimana dunia akademik dapat berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa.
Hingga kini, panitia penyelenggara belum merilis rekaman maupun ringkasan lengkap dari pidato Presiden Prabowo kepada publik. Pernyataan resmi dari panitia masih dinantikan.
Pernyataan Prabowo mengenai dampak kemajuan sains dan teknologi ini telah memicu kembali diskusi di kalangan akademisi. Pembahasan berfokus pada keterkaitan antara perkembangan teknologi dengan meningkatnya kerentanan global yang dihadapi saat ini.
Sejumlah pengamat menilai bahwa pandangan Presiden Prabowo ini dapat menjadi momentum penting. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas diskusi mengenai kebijakan luar negeri, strategi pertahanan negara, serta urgensi penguatan investasi Indonesia dalam bidang riset dan inovasi teknologi. Hal ini penting demi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.






