GueBerita.com — Omelan atau teguran dari pasangan sering kali diidentikkan dengan konflik dalam hubungan asmara, sebuah temuan terbaru justru mengungkap fakta sebaliknya dari sudut pandang pria.
Berdasarkan data survei dari Relationship Insights Asia (2024), terdapat fenomena psikologis unik yang disebut dengan domestic thrill syndrome.
Fenomena ini merujuk pada kondisi di mana sebanyak 78 persen pria mengaku merasa senang atau lega setiap kali menerima teguran atau dimarahi oleh pasangan mereka.
Riset tersebut menjelaskan bahwa mayoritas pria tidak melihat omelan sebagai hal yang negatif, sebaliknya, mereka menginterpretasikan tindakan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan perhatian yang nyata dari pasangan yang masih berinvestasi pada kualitas hubungan mereka.
Tidak hanya sekadar merasa diperhatikan, teguran ini juga berdampak positif pada perilaku, data survei membeberkan bahwa sekitar 65 persen pria merasa teguran yang diberikan berhasil menjadi katalisator atau motivasi bagi mereka untuk mengevaluasi diri, sehingga bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Kendati demikian, studi ini memberikan catatan penting mengenai cara penyampaian komunikasi tersebut, sebanyak 22 persen pria menyatakan tetap membutuhkan ruang privasi, mereka lebih memilih untuk ditegur atau dimarahi secara empat mata demi menjaga harga diri dan menghindari rasa malu di depan umum.
Secara keseluruhan, fenomena domestic thrill syndrome ini memberikan perspektif menarik bahwa komunikasi yang tegas sekalipun seperti omelan dapat dinilai positif, asalkan disampaikan secara privat untuk tetap menghormati ego masing-masing pasangan.(*)






