Tekanan Sosial Mendorong Munculnya Bisnis Sewa Kantor Fiktif di China

Viral17 Views

GueBerita.com – Fenomena baru muncul di China seiring meningkatnya angka pengangguran, khususnya di kalangan anak muda.

Sejumlah pelaku usaha kini menawarkan jasa penyewaan kantor bagi orang-orang yang ingin berpura-pura bekerja demi menghindari tekanan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Melalui layanan tersebut, pelanggan dapat menggunakan ruang kerja lengkap dengan meja, akses internet, hingga makan siang sehingga terlihat seperti karyawan kantoran.

Data resmi menunjukkan tingkat pengangguran perkotaan untuk usia 16 hingga 24 tahun di China telah mencapai 15,8 persen.

Tak sedikit anak muda yang memilih memanfaatkan layanan ini agar tetap dianggap memiliki pekerjaan.

Penyedia jasa pun menawarkan berbagai paket dengan harga berbeda sesuai fasilitas yang diberikan.

Di Provinsi Hubei, misalnya, tersedia paket seharga 30 yuan atau sekitar Rp67.947 per hari yang sudah mencakup ruang kerja dan makan siang.

Sementara paket 50 yuan atau sekitar Rp113.150 memungkinkan pelanggan duduk di kursi eksekutif dan berfoto layaknya seorang pimpinan perusahaan untuk meyakinkan keluarga.

“Masyarakat memberi banyak tekanan pada orang untuk berhasil, dan orang dewasa muda terkadang menetapkan ekspektasi pekerjaan mereka terlalu tinggi. Kejutan tiba-tiba karena kehilangan pekerjaan dapat menyebabkan depresi,” kata Profesor Zhang Yong tentang fenomena pengangguran sewa kantor untuk pura-pura bekerja.

Fenomena ini memicu beragam tanggapan.

Sebagian menilai layanan tersebut menjadi solusi sementara bagi mereka yang menghadapi tekanan sosial, sementara pihak lain menganggapnya justru memperkuat stigma terhadap pengangguran.