Hotman Paris Umumkan Tim 911 Hadiri Rapat Komisi III DPR Terkait Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

Viral12 Views

GueBerita.com – Kasus yang diduga melibatkan pembakaran santri di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi perhatian publik. Pengacara ternama, Hotman Paris, melalui timnya, Hotman Paris 911, dijadwalkan untuk menghadiri sebuah rapat penting di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Acara ini rencananya akan diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 13 Juli tahun 2026.

Pengumuman mengenai kehadiran tim Hotman Paris 911 ini disampaikan secara resmi melalui akun Instagram milik Hotman Paris, dengan alamat @hotmanparisofficial. Unggahan tersebut memuat sebuah surat pemberitahuan yang ditujukan kepada para awak media, menginformasikan agenda spesifik yang akan dihadiri oleh timnya.

Dalam surat pemberitahuan tersebut, Hotman Paris merinci bahwa timnya dijadwalkan untuk hadir di Gedung DPR RI. Kedatangan mereka diperkirakan pada pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Agenda utama rapat ini adalah pemanggilan terhadap Kapolres Lombok Tengah, serta para korban dan keluarga korban yang diduga menjadi korban dalam peristiwa pembakaran di sebuah pondok pesantren.

Kehadiran tim Hotman Paris 911 dalam rapat ini merupakan bagian dari upaya pendampingan hukum yang mereka berikan kepada para korban. Perkara ini memang terus menjadi sorotan masyarakat luas, sehingga kehadiran tim advokat ternama ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang berarti bagi para korban.

Sebelumnya, kasus dugaan pembakaran santri ini memang telah ramai diperbincangkan. Berbagai aspek terkait penyebab pasti dari peristiwa tersebut, serta bagaimana penanganannya dilakukan, masih menjadi subjek perhatian dan diskusi publik. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan kejelasan dan akuntabilitas dalam penyelesaian kasus ini.

Di sisi lain, perhatian terhadap kasus ini juga datang dari tokoh publik lainnya. Denny Sumargo, seorang figur yang cukup dikenal, sempat membahas insiden ini melalui akun TikTok pribadinya, @dennysumargoreal, pada hari Jumat, tanggal 10 Juli tahun 2026. Pembahasan ini menambah dimensi lain pada publikasi kasus ini.

Denny Sumargo dalam unggahannya menjelaskan bahwa salah satu korban yang sebelumnya dijadwalkan untuk hadir dalam podcast miliknya, harus membatalkan kehadirannya. Alasan pembatalan tersebut adalah karena korban masih menjalani serangkaian penanganan medis dan pengobatan intensif di rumah sakit. Informasi ini diperoleh berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh kuasa hukum korban.

Berdasarkan informasi yang telah beredar di kalangan publik, peristiwa dugaan pembakaran ini diduga terjadi pada penghujung tahun 2025. Lokasi kejadian adalah di Pondok Pesantren Rosyidatussaulatiyayah Al Ibrahimy, yang berlokasi di Desa Aik Dareq, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Detail lokasi ini penting untuk memahami konteks geografis dari kejadian.

Kronologi awal dari insiden ini bermula ketika sekelompok santri diduga melakukan sebuah aktivitas yang berujung pada musibah. Mereka dilaporkan menggunakan bahan bakar jenis bensin. Tujuan penggunaan bensin tersebut adalah untuk meluruskan batang kayu yang rencananya akan digunakan sebagai bahan pembuatan ketapel. Namun, dalam prosesnya, api diduga menyambar kasur yang ada di dekatnya.

Sambaran api pada kasur tersebut kemudian memicu terjadinya kebakaran yang meluas di dalam ruangan pondok pesantren. Akibat dari peristiwa kebakaran yang mendadak dan hebat ini, ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka. Dua orang santri dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang semakin membesar.

Namun, sayangnya, tiga orang santri lainnya dilaporkan terjebak di dalam ruangan yang dilalap api. Nasib ketiga santri ini menjadi perhatian utama, mengingat mereka tidak berhasil keluar dari area kebakaran. Detail mengenai kondisi mereka, apakah selamat atau mengalami hal yang lebih buruk, masih menjadi fokus dalam penanganan kasus ini. (*)