Pelatihan Penguatan Keselamatan Penerbangan, Verifikasi Data Risiko SAR dan BMKG di Wilayah III

Nasional10 Views

GueBerita.com – Sebuah pertemuan krusial yang bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan baru-baru ini diselenggarakan di Surabaya. Acara ini mengumpulkan berbagai lembaga penting yang memiliki peran dalam ekosistem penerbangan nasional.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat penerapan Safety Management System (SMS) secara terpadu. Tujuannya adalah untuk secara proaktif mengidentifikasi dan memitigasi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul dalam operasional penerbangan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., turut hadir dalam agenda verifikasi data terkait profil risiko. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III pada hari Kamis, 7 Mei 2026.

Acara penting ini dibuka secara resmi oleh Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Agustono. Rapat tersebut dihadiri pula oleh perwakilan dari sejumlah instansi vital lainnya. Di antaranya adalah perwakilan dari Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Perum LPPNPI yang dikenal sebagai AirNav, serta Stasiun Meteorologi Juanda.

Dalam pidato pembukaannya, Agustono memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah dan tujuan implementasi SMS. Ia menekankan bahwa penerapan sistem ini telah dimulai sejak tahun 2012. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah kerangka kerja keselamatan yang terintegrasi di seluruh lini operasional penerbangan.

Agustono lebih lanjut menguraikan bahwa SMS ini mencakup berbagai elemen kunci dalam industri penerbangan. Mulai dari pengelolaan bandar udara, unit-unit operasional di dalam bandara, layanan pencarian dan pertolongan (SAR), hingga aspek meteorologi. Setiap elemen disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik masing-masing instansi.

Baca juga: Generasi Muda Dominasi Jakarta, Populasi Capai 10,72 Juta Jiwa pada 2025

Menanggapi pentingnya kolaborasi, Nanang Sigit P.H. secara tegas menggarisbawahi signifikansi sinergi dan koordinasi yang erat antarinstansi. Ia menyatakan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) memberikan dukungan penuh terhadap program SMS ini. Dukungan ini didasari oleh keselarasan visi dan misi dalam upaya meningkatkan keselamatan serta kualitas layanan penerbangan secara keseluruhan.

“Keselamatan penerbangan sejatinya merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan terkait. Dengan adanya jalinan koordinasi yang solid dan efektif, target-target keselamatan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal,” ujar Nanang Sigit P.H. dalam pernyataannya.

Agenda utama dalam pertemuan ini berfokus pada tiga area verifikasi data yang krusial. Pertama, adalah verifikasi kesesuaian data penilaian profil risiko yang dilakukan oleh Kantor SAR Surabaya. Kedua, meliputi verifikasi data profil risiko yang disusun oleh BMKG Stasiun Meteorologi Juanda. Ketiga, adalah verifikasi data profil risiko yang disiapkan oleh AirNav Indonesia Cabang Juanda.

Pertemuan ini dipandang sebagai sebuah langkah maju yang sangat konkret. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem penerbangan yang jauh lebih aman dan terjamin bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara di Indonesia.

Dengan dilakukannya verifikasi data secara cermat dan akurat, diharapkan potensi risiko operasional dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini pada gilirannya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan industri penerbangan nasional. (*)