Koper Jemaah Haji Palembang Dibongkar di Jeddah, Ditemukan 5 Kg Tempe Orek

News4 Views

Koper Jemaah Haji Asal Palembang Dibongkar di Jeddah, Ternyata Berisi 5 Kg Tempe Orek – Petugas X-Ray di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, melakukan pemeriksaan mendalam terhadap koper milik seorang jemaah haji asal embarkasi Palembang.

Pemeriksaan ini dilakukan setelah layar monitor memperlihatkan tumpukan barang dalam jumlah besar yang tidak dapat dikenali secara jelas oleh sistem pemindaian.

Muhammad Riza Fahlevi, yang merupakan bagian dari Tim Bagasi Bandara Jeddah, menjelaskan bahwa kecurigaan petugas muncul karena bentuk barang di dalam koper terlihat tidak biasa saat proses pemindaian berlangsung.

Kondisi tersebut membuat petugas keamanan bandara meminta koper tersebut untuk segera dibuka dan diperiksa lebih lanjut.

Baca juga: Mojokerto Jadi Acuan NTB Atasi Stunting

Setelah koper dibongkar, isi barang yang sempat membuat petugas curiga ternyata hanyalah tempe orek dengan berat mencapai 5 kilogram.

Makanan khas Indonesia yang populer ini dibawa oleh jemaah sebagai bentuk persediaan makanan selama mereka menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Tim pendamping jemaah yang bertugas di sana kemudian segera membantu memberikan penjelasan kepada petugas bandara terkait isi koper tersebut.

Setelah memahami bahwa barang tersebut merupakan makanan kering khas Indonesia yang aman untuk dibawa, petugas akhirnya mengizinkan tempe orek tersebut untuk dibawa masuk.

Selain kasus tempe orek yang menarik perhatian ini, petugas X-Ray bandara juga sempat menemukan koper lain yang memicu kecurigaan.

Koper tersebut berisi minyak zaitun yang dikemas dengan cara berlapis lakban tebal, sehingga menyulitkan proses pemindaian.

Cara pengemasan yang terlalu rapat dan berlebihan membuat proses pemindaian menjadi sulit, sehingga koper tersebut harus diperiksa secara manual oleh petugas.

Muhammad Riza Fahlevi memberikan imbauan kepada seluruh jemaah haji agar berhati-hati dan tidak membawa makanan ataupun barang dalam jumlah yang berlebihan.