Jepang Kembangkan Obat untuk Menumbuhkan Gigi Secara Alami

Teknologi9 Views

GueBerita.com – Sebuah terobosan medis yang signifikan tengah dikembangkan di Jepang oleh tim peneliti dari Toregem Biopharma berkolaborasi dengan Universitas Kyoto. Inovasi ini berupa obat revolusioner yang diberi nama TRG-035.

Obat ini diklaim memiliki kemampuan luar biasa untuk menumbuhkan kembali gigi manusia secara alami. Hal ini tentu saja memberikan secercah harapan baru bagi banyak individu yang selama ini mengandalkan gigi palsu atau prosedur implan gigi.

Kabar menggembirakan ini turut diperkuat oleh pernyataan dari dr. Adam Prabata, seorang dokter sekaligus pendidik kesehatan. Melalui unggahannya di platform X pada tanggal 10 Mei, ia menyampaikan bahwa Jepang telah mengambil langkah konkret dalam pengembangan teknologi regenerasi gigi ini.

Baca juga: Antusiasme Tinggi Turnamen Futsal Pelajar Trenggalek, Bupati Harap Munculkan Atlet Berbakat

“Kabar baik untuk kalian yang jujur! Jepang telah melakukan uji klinis fase 1 pertama di dunia untuk obat regenerasi gigi alami bernama TRG-035,” tulis dr. Adam dalam unggahannya.

Secara biologis, tubuh manusia sebenarnya memiliki apa yang disebut sebagai “tunas gigi dorman” atau tunas gigi yang tertidur di dalam gusi. Namun, pertumbuhan tunas-tunas ini selama ini terhambat oleh keberadaan protein bernama USAG-1 (uterine sensitization-associated gene-1).

Mekanisme kerja obat TRG-035 adalah dengan cara memblokir protein USAG-1 tersebut. Dengan terlepasnya “rem” alami ini, tunas gigi yang tadinya tertidur akan mendapatkan stimulus untuk aktif kembali dan berkembang menjadi gigi baru yang fungsional.

Sebelum diuji coba pada manusia, TRG-035 telah menunjukkan keberhasilan dalam menumbuhkan gigi pada hewan uji coba, yaitu tikus dan musang. Hasil pengujian pada hewan tersebut tidak menunjukkan adanya efek samping yang serius.

Saat ini, uji klinis fase pertama TRG-035 telah dimulai di Rumah Sakit Universitas Kyoto. Tahap uji coba ini berlangsung sejak akhir tahun 2024 dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2025. Partisipan dalam uji coba ini adalah 30 orang dewasa sehat, berusia antara 30 hingga 64 tahun, yang didiagnosis kehilangan setidaknya satu gigi geraham.

Apabila seluruh rangkaian uji klinis berjalan sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah ditetapkan, TRG-035 diprediksi akan siap untuk digunakan secara luas dalam praktik medis pada tahun 2030.

Fokus utama dari pengembangan obat ini adalah untuk membantu individu yang mengalami kondisi kehilangan gigi bawaan (agenesis gigi). Selain itu, obat ini juga ditujukan bagi orang dewasa yang kehilangan gigi akibat kerusakan atau cedera akibat kecelakaan.

Penemuan TRG-035 ini menandai sebuah titik balik yang sangat penting dalam dunia kedokteran gigi. Pasalnya, kehilangan gigi pada orang dewasa selama ini dianggap sebagai kondisi permanen dan hanya dapat diatasi melalui prosedur medis yang cenderung invasif, seperti pemasangan implan gigi.