GueBerita.com – Etika seorang juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI kini menjadi sorotan publik menyusul beredarnya tangkapan layar dari sebuah status WhatsApp.
Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada hasil penilaian LCC. Namun, kini isu yang berkembang lebih mengarah pada perilaku etis dari salah satu juri, yaitu Indri Wahyuni.
Kontroversi ini mulai terkuak setelah beberapa tangkapan layar yang diduga berasal dari status WhatsApp pribadi sang juri tersebar luas. Salah satu penyebaran awal dilakukan melalui akun Instagram @jakartapening.
Baca juga: The Weeknd Gelar Konser di Jakarta dalam Tur Asia 2026
Unggahan tersebut sontak memicu kemarahan dari para pengguna internet. Pernyataan yang dimuat dianggap tidak menunjukkan sikap netral yang seharusnya dimiliki oleh seorang penilai dalam sebuah kompetisi berskala nasional.
Dalam narasi yang beredar, juri tersebut tampak memberikan respons terhadap berbagai kritik yang dilayangkan oleh masyarakat.
Tidak hanya membela keputusan yang menguntungkan salah satu sekolah peserta, unggahan itu juga menyentuh isu keadilan. Lebih jauh lagi, komentar satir dilontarkan terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan aktivitas endorsement yang dilakukan, yang kesemuanya menuai reaksi negatif dari publik.
Reaksi negatif terlihat jelas di berbagai platform media sosial, menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap sikap yang ditunjukkan.
Banyak pihak berpandangan bahwa seorang juri seyogianya memegang teguh kode etik profesionalisme. Hal ini berlaku baik saat menjalankan tugas resminya maupun dalam setiap interaksi di ranah pribadi yang berpotensi diketahui publik.
Tuntutan akan adanya transparansi dalam proses penilaian LCC MPR semakin menguat seiring dengan kasus ini. Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi lembaga negara dalam upaya menjaga objektivitas ajang-ajang edukatif dari stigma keberpihakan atau perilaku yang dinilai tidak layak oleh masyarakat luas.






