Menkominfo: Gangguan Instagram dan Facebook Saat Demo Bukan Perbuatan Pemerintah

Nasional3 Views

GueBerita.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, membantah keras tudingan yang mengaitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sebagai penyebab gangguan pada layanan Instagram dan Facebook. Gangguan tersebut terjadi bertepatan dengan aksi demonstrasi mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026.

Banyak pengguna mengalami kesulitan saat mencoba mengunggah konten ke kedua platform media sosial milik Meta tersebut selama periode gangguan berlangsung. Kondisi ini kemudian memicu spekulasi di tengah masyarakat.

Spekulasi tersebut mengaitkan gangguan layanan dengan upaya pemerintah untuk membatasi penyebaran informasi terkait aksi demonstrasi mahasiswa. Muncul dugaan bahwa pemerintah sengaja membatasi akses untuk menghambat dokumentasi dan penyebaran informasi aksi di media sosial.

“As much as we want to be very powerful (sebesar apa pun kita ingin kuat), bukan untuk memblokir ya, tapi dalam menangani digital platform, kita belum punya kekuatan sampai mengatur bahwa mereka harus down,” ujar Meutya Hafid saat menyampaikan pidato kunci dalam Indonesia Summit 2026 pada Rabu, 17 Juni 2026.

Meutya Hafid mengaku terkejut ketika menerima banyak tag dan pertanyaan yang diarahkan kepadanya melalui akun Instagram pribadinya. Ia kemudian berinisiatif untuk mencari kejelasan mengenai penyebab gangguan tersebut.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat, ia segera menghubungi perwakilan Meta di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan pada layanan Instagram dan Facebook.

“Mereka menyampaikan bahwa this is global outage (gangguan layanan secara global). Jadi, ada gangguan secara global. Jadi, tidak benar (disebabkan Kemkomdigi),” tegasnya.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, kembali mempertegas bahwa tuduhan yang menyebut Kemkomdigi sebagai dalang di balik terganggunya layanan Instagram dan Facebook saat demonstrasi mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026, tidak memiliki dasar yang kuat.

Gangguan yang terjadi sempat memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik. Hal ini dikarenakan momen gangguan tersebut bertepatan dengan berlangsungnya aksi mahasiswa.

Banyak pengguna di Indonesia yang melaporkan ketidakmampuan mereka untuk mengunggah foto maupun video ke platform milik Meta. Hal ini memunculkan dugaan bahwa akses media sosial sengaja dibatasi untuk menghambat penyebaran dokumentasi aksi dan informasi terkait demo di media sosial.

Dalam pidato utamanya pada acara Indonesia Summit 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 17 Juni 2026, Meutya Hafid dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk membuat layanan platform digital global seperti Instagram dan Facebook mengalami gangguan secara sengaja.