Pemkab Nganjuk Fokus Akurasi Sensus Ekonomi 2026 demi Pembangunan

Nasional2 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah secara resmi mengawali pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Acara ini ditandai dengan dilaksanakannya Apel Siaga Petugas yang bertempat di Alun-Alun Nganjuk pada hari Senin, 15 Juni 2026.

Sebanyak 1.130 petugas lapangan telah ditugaskan dan diterjunkan ke berbagai wilayah kerja di seluruh Kabupaten Nganjuk. Mereka akan melaksanakan tugas pendataan yang telah dijadwalkan untuk berlangsung hingga tanggal 31 Agustus 2026.

Sensus Ekonomi, yang merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali, memegang peranan yang sangat penting. Sensus ini berfungsi sebagai instrumen krusial bagi pemerintah untuk dapat memotret kondisi perekonomian daerah secara riil dan akurat.

Pada tingkat lokal, hasil dari sensus ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang detail. Hasil tersebut akan memetakan secara spesifik kontribusi dari berbagai sektor unggulan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Nganjuk. Sejauh ini, sektor pertanian, terutama komoditas bawang merah, masih tercatat sebagai sektor yang menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, secara tegas menyampaikan bahwa akurasi data yang berhasil dikumpulkan melalui pergerakan petugas di lapangan selama periode dua bulan ke depan akan menjadi landasan strategis. Data yang akurat ini akan sangat penting dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang bagi Kabupaten Nganjuk.

Kualitas data yang terjamin validitasnya dinilai memiliki dampak yang signifikan. Hal ini penting untuk meminimalkan potensi kesalahan sasaran dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial maupun program intervensi lain yang dijalankan oleh pemerintah.

Dari sisi operasional, jumlah personel yang diterjunkan merupakan hasil dari proses seleksi yang sangat ketat. Dari sekitar 5.000 orang yang mendaftar, hanya 1.130 yang berhasil lolos dan terpilih.

Mengingat pentingnya hasil yang akan diperoleh dari sensus ini, seluruh petugas yang telah dinyatakan lulus seleksi memiliki kewajiban untuk mematuhi standar profesionalisme yang tinggi. Mereka juga dituntut untuk menjaga integritas selama bertugas serta menjamin kerahasiaan semua data yang mereka peroleh dari para responden, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Mengingat adanya keragaman karakter masyarakat yang akan dihadapi di lapangan, pendekatan yang humanis dan terjalinnya koordinasi yang berlapis menjadi strategi utama yang diterapkan untuk kelancaran pelaksanaan sensus pada tahun ini.

Para petugas lapangan telah diberikan arahan khusus. Mereka diwajibkan untuk membangun komunikasi yang sopan dan santun dengan setiap responden yang ditemui. Selain itu, mereka juga harus secara aktif membangun jaringan koordinasi dengan struktur pemerintahan di tingkat paling bawah. Hal ini mencakup koordinasi dengan kepala desa, perangkat desa, hingga pengurus RT dan RW setempat. Langkah ini diambil untuk mempermudah akses dalam proses pendataan yang dilakukan.