GueBerita.com – Upaya pengetatan pengawasan terhadap praktik percaloan tiket terus digalakkan oleh pemerintah Korea Selatan.
Pada 14 Juni 2026, pihak Kepolisian Busan melaporkan telah mengamankan sebanyak 11 orang yang terlibat dalam aksi penjualan tiket konser ilegal serta manipulasi gelang akses masuk penonton.
Penindakan tegas ini dilakukan menyusul ditemukannya 10 kasus percaloan selama berlangsungnya rangkaian konser BTS World Tour ARIRANG yang digelar pada 12-13 Juni 2026.
Para pelaku memanfaatkan tingginya antusiasme penggemar demi meraup keuntungan berlipat ganda secara tidak sah.
Dalam salah satu kasus yang diungkap petugas, seorang pelaku diketahui membeli tiket resmi seharga 220.000 won (sekitar Rp2,5 juta).
Tiket tersebut kemudian dijual kembali kepada seorang penggemar asal China dengan harga fantastis mencapai 680.000 won (sekitar Rp7,9 juta).
Dengan demikian, pelaku berhasil mengantongi keuntungan bersih hingga 460.000 won dari satu transaksi tersebut.
Selain melipatgandakan harga tiket fisik, kepolisian juga membongkar modus operandi baru berupa manipulasi gelang identitas akses masuk.
Para pelaku menggunakan cairan alkohol untuk melepas gelang penanda dari pergelangan tangan agar bisa dipindahkan dan digunakan oleh orang lain.
Beberapa pelaku bahkan tertangkap tangan oleh petugas saat sedang menyerahkan gelang hasil manipulasi tersebut kepada penggemar asing di sekitar lokasi acara.
Guna memastikan kelancaran acara dan menekan pergerakan pasar gelap, pemerintah Korea Selatan menerjunkan sedikitnya 70 petugas khusus.
Petugas tersebut bertugas mengawasi jalannya konser di Busan secara ketat.
Pengamanan ekstra ketat ini mendesak dilakukan mengingat konser megah tersebut dihadiri oleh sekitar 110.000 penonton.
Mereka memadati area konser selama dua hari berturut-turut.





