Dampak Buruk Tidur dengan Lampu Menyala: Risiko Obesitas, Diabetes, dan Kanker

Lifestyle14 Views

GueBerita.com – Kebiasaan mematikan lampu saat beristirahat di malam hari ternyata bukan sekadar kenyamanan semata.

Tidur tanpa cahaya lampu berarti Anda telah berupaya meminimalisir risiko terserang berbagai penyakit berbahaya. Beberapa di antaranya adalah obesitas, depresi, kanker payudara, diabetes mellitus tipe 2, hingga tekanan darah tinggi dan insomnia.

Sebaliknya, membiarkan ruangan tetap terang benderang atau terpapar sinar dari gawai sebelum tidur justru menyimpan ancaman serius bagi kesehatan tubuh.

Berdasarkan rangkuman dari berbagai hasil studi jurnal ilmiah, berikut adalah deretan risiko penyakit kronis yang mengintai akibat paparan cahaya di malam hari:

1. Risiko Obesitas dan Berat Badan Berlebih

Paparan cahaya saat tidur terbukti memiliki korelasi langsung dengan indeks massa tubuh, terutama pada perempuan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa wanita yang tidur dalam ruangan yang lebih terang cenderung memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang lebih tinggi dan lingkar pinggang yang lebih besar daripada wanita yang tidur dalam kondisi kamar yang gelap.

2. Memicu Kanker Payudara

Polusi cahaya di lingkungan sekitar, terutama di kawasan padat penduduk, juga patut diwaspadai karena berdampak negatif pada kesehatan reproduksi wanita. Penelitian oleh International Journal of Health Geographics menemukan bahwa kejadian kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang tinggal di daerah dengan tingkat pembangunan perkotaan yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan banyaknya lampu di jalan raya, pusat perbelanjaan, dan rumah yang menciptakan lingkungan dengan polusi cahaya.

3. Ancaman Diabetes Mellitus Tipe 2

Tidak hanya lampu ruangan, kebiasaan menatap layar elektronik sebelum memejamkan mata juga mengganggu sistem metabolisme gula darah. Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Chronobiology International menemukan bahwa orang dengan diabetes mendapatkan paparan cahaya yang lebih terang selama empat jam sebelum tidur. Paparan cahaya ini termasuk yang didapatkan dari televisi dan handphone, karena alat elektronik tersebut terbukti dapat lebih menekan hormon melatonin dibandingkan sumber cahaya lainnya.

4. Memicu Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Kondisi kamar yang terang benderang saat tidur malam juga dapat memengaruhi kestabilan sistem kardiovaskular atau pembuluh darah. Masih dari sumber yang sama, penelitian dalam jurnal Chronobiology International menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan banyak paparan cahaya saat tidur memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada mereka yang tidur dalam kondisi gelap.