Wali Kota Mojokerto Imbau Warga Tak Khawatir Jalani Tes TBC

Nasional3 Views

GueBerita.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit tuberkulosis (TBC).

Imbauan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Radiasi Pemula, yang merupakan Rapat Koordinasi untuk Mengatasi TBC dan Penyakit Menular Lainnya. Acara ini berlangsung di Kelurahan Pulorejo pada hari Senin, 15 Juni.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peserta yang hadir meliputi LPM, kader motivator kesehatan, kader TBC, PKK, TNI-Polri, Pokja Kelurahan Sehat, para ketua RT, serta tokoh masyarakat.

Seluruh peserta diajak berperan aktif. Tujuannya adalah untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sekaligus mendampingi warga yang sedang menjalani pengobatan.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menjelaskan bahwa TBC masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Penyakit ini memerlukan penanganan serius dari seluruh lapisan masyarakat.

Pasalnya, penyakit tersebut dapat menyebar dengan mudah melalui udara apabila tidak segera ditangani secara tepat. Pencegahan dan penanganan dini menjadi kunci utama.

Menurut Ning Ita, hingga saat ini masih terdapat warga yang merasa takut maupun malu untuk melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala TBC. Perasaan ini perlu diatasi agar tidak menghambat proses pengobatan.

Padahal, deteksi sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus menekan risiko penularan kepada orang lain. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh total.

“TB bukan aib dan tidak perlu disembunyikan. Kalau ada yang sakit, justru harus segera diperiksa dan diobati sampai tuntas agar tidak menular ke keluarga maupun orang di sekitar,” tuturnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya keterbukaan dan keberanian untuk memeriksakan diri.

Dalam rangka mempercepat penemuan kasus TBC, Pemerintah Kota Mojokerto kini telah memiliki fasilitas portable X-ray atau alat rontgen portabel. Alat ini dapat digunakan secara mobile di berbagai lokasi.

Perangkat tersebut akan dimanfaatkan untuk pemeriksaan warga. Pemeriksaan akan dilakukan baik di puskesmas maupun di tingkat kelurahan, mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.