Dua Turis Singapura Meninggal Dunia di Gunung Dukono Akibat Letusan, Evakuasi Terkendala Cuaca

Nasional9 Views

GueBerita.com – Kabar duka datang dari dunia pendakian internasional, dua warga negara Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dipastikan telah meninggal dunia.

Jenazah kedua korban ditemukan pada Minggu, 10 Mei 2026. Penemuan ini terjadi setelah tim penyelamat mendedikasikan upaya pencarian yang intensif pasca-letusan besar gunung api tersebut yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Gunung Dukono, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak Jumat pekan lalu. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi keselamatan di sekitarnya.

Letusan Gunung Dukono melontarkan kolom abu vulkanik yang membubung tinggi hingga 10 kilometer ke angkasa. Fenomena ini secara langsung berdampak pada keselamatan para pendaki yang berada di sekitar area kawah pada saat kejadian.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) setempat, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa posisi jenazah kedua korban ditemukan sangat dekat dengan pusat aktivitas vulkanik. Saat ini, prioritas utama tim penyelamat adalah memindahkan jenazah ke lokasi yang lebih aman, meskipun tantangan di lapangan sangatlah berat.

“Evakuasi jenazah masih terhambat oleh letusan yang terus terjadi dan cuaca buruk,” ujar Iwan kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa hujan deras juga tengah mengguyur wilayah tersebut, menambah kompleksitas misi.

Baca juga: Hobi Foto Makanan Sebelum Makan Berpotensi Mengganggu Ingatan

Iwan menjelaskan bahwa tim penyelamat dihadapkan pada situasi yang mengharuskan mereka berpacu dengan waktu dan kondisi alam yang tidak menentu. Medan yang tertutup abu tebal, ditambah dengan ancaman erupsi susulan, menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.

Untuk memaksimalkan upaya pencarian di area yang dinilai sangat berbahaya, otoritas terkait telah mengerahkan sekitar 150 personel gabungan. Pencarian ini juga diperkuat dengan penggunaan teknologi canggih, termasuk dua unit drone termal, yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan korban di tengah pekatnya abu vulkanik.

Tim pencari memfokuskan operasi mereka pada radius 100 hingga 150 meter dari bibir kawah. Sebelumnya, petugas telah menemukan sejumlah barang bukti, termasuk ransel yang diduga kuat milik kedua warga negara Singapura yang menjadi korban.

Selain korban dari mancanegara, pihak berwenang pada hari Sabtu juga telah mengonfirmasi penemuan jenazah seorang pendaki asal Indonesia yang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa serupa.

Meskipun demikian, dilaporkan bahwa sebanyak 17 orang berhasil selamat dari tragedi letusan Gunung Dukono ini. Para penyintas tersebut terdiri dari 7 warga negara Singapura dan 10 warga negara Indonesia. Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Singapura, ketujuh warga negara mereka yang selamat dijadwalkan untuk kembali ke tanah air mereka pada hari Minggu ini.