Seleksi Murid Baru di Makassar Lebih Terbuka dan Akuntabel

Nasional7 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Makassar secara resmi telah memulai rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026. Proses ini mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pelaksanaan SPMB pada tahun ini mengadopsi sistem digital yang terintegrasi. Sistem ini diklaim mampu menghadirkan transparansi yang lebih baik dan memungkinkan pemantauan secara langsung atau *real-time*.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa pembenahan sistem ini bertujuan utama untuk mencegah praktik-praktik kecurangan. Selain itu, sistem baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemerataan distribusi peserta didik ke berbagai sekolah.

Baca juga: Pelatihan Membatik untuk Tingkatkan Keterampilan Warga Mojokerto

Lebih lanjut, Munafri mengutarakan harapannya bahwa sistem yang baru ini dapat menekan angka penumpukan siswa di sekolah-sekolah tertentu. Fenomena penumpukan ini seringkali menjadi keluhan utama pada setiap pelaksanaan penerimaan murid baru sebelumnya.

Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan jadwal pendaftaran yang akan berlangsung secara bertahap. Proses pendaftaran ini akan dibuka sepanjang bulan Mei hingga Juni 2026.

Jadwal untuk jalur non-domisili telah ditetapkan pada tanggal 2 hingga 4 Juni 2026. Jalur ini memberikan kesempatan bagi calon siswa yang tidak memiliki KTP domisili di Kota Makassar.

Sementara itu, pendaftaran untuk jalur domisili, jalur afirmasi (bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau memiliki kondisi khusus), dan jalur mutasi utama akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 13 Juni 2026.

Untuk memfasilitasi proses pendaftaran ini, Pemerintah Kota Makassar menyediakan layanan digital yang komprehensif. Calon siswa dan orang tua dapat mengakses aplikasi LONTARA+ maupun laman resmi SPMB Makassar.

Sistem digital ini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Terdapat fitur pemantauan proses pendaftaran secara *real-time*, layanan *live chat* untuk pengaduan, serta notifikasi penting melalui WhatsApp dan email. Calon siswa juga dapat melakukan pengecekan data pribadi seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan status kepesertaan mereka.

Selain itu, sistem ini juga menyertakan fitur pencocokan otomatis titik koordinat alamat tempat tinggal calon siswa dengan zona sekolah. Fitur unggah dokumen untuk keperluan daftar ulang juga telah terintegrasi dalam sistem ini.

Munafri menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan terhadap pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan signifikan dilakukan pada aspek-aspek yang kerap menimbulkan keluhan, termasuk peningkatan kapasitas dan stabilitas sistem server yang sebelumnya menjadi sorotan publik.