Pengukuhan Pengurus FKUB Kota Mojokerto untuk Perkuat Toleransi dan Kondusivitas

Nasional8 Views

GueBerita.comKota Mojokerto, 7 Mei 2026 – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, secara resmi mengukuhkan pengurus baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Mojokerto untuk masa bakti 2026–2030. Nur Rokhmat dilantik sebagai Ketua FKUB, bersama dengan 16 pengurus lainnya.

Acara pengukuhan ini dilaksanakan di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, pada hari Rabu, tanggal 7 Mei.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita, menekankan bahwa pelantikan pengurus FKUB ini lebih dari sekadar acara seremonial.

Baca juga: Gerakan Indonesia ASRI Dipimpin Wali Kota Kediri Bersama Forkopimda dan Komunitas

Menurut beliau, momen ini merupakan kesempatan berharga untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi dalam memelihara keharmonisan di tengah masyarakat yang memiliki keragaman.

“Pelantikan pengurus FKUB menjadi forum silaturahmi sekaligus sarana evaluasi dan introspeksi yang diharapkan mampu mendorong semangat para pengurus dan anggota FKUB untuk lebih memberdayakan potensi yang dimilik meskipun berasal dari latar belakang agama, pendidikan, pengalaman kerja yang berbeda-beda,” ujar Ning Ita.

Ia mengungkapkan harapannya agar keberagaman latar belakang yang dimiliki oleh para pengurus FKUB dapat menjadi aset berharga dalam menciptakan suasana yang damai dan harmonis bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto.

“Pluralisme yang ada di Kota Mojokerto ini potensi untuk dipantik menjadi perbedaan yang mengarah kepada hal-hal yang merusak kondusivitas daerah itu sangat besar. Tapi kalau FKUB punya peran di sini bisa menjadi pengayom, penyejuk, pendamai, insyaallah itu semua tidak akan pernah terjadi di Kota Mojokerto. Kita wujudkan kota ini sebagai kota yang nyaman, sebagai rumah besar bagi semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ning Ita juga menilai bahwa FKUB memegang peranan yang sangat krusial dalam membangun komunikasi yang efektif, baik antarinstansi pemerintah maupun antarumat beragama, demi menjaga stabilitas dan keharmonisan di wilayah Kota Mojokerto.

“Saya ingin FKUB punya peran yang benar benar strategis menjadi komunikator antar institusi sehingga sangat membantu kondusivitas dalam keberagaman yang ada di Kota Mojokerto,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ning Ita juga mengimbau kepada jajaran pengurus FKUB untuk senantiasa memperkuat koordinasi dan kerja sama yang sinergis dengan Pemerintah Kota Mojokerto, khususnya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

“Tolong koordinasi dan komunikasinya dikuatkan sehingga fungsi peran pemerintah dalam rangka mewujudkan Kota Mojokerto yang aman, kondusif ini bisa terus mendapatkan support, dukungan dari peran serta aktifnya FKUB di Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita.