GueBerita.com – Provinsi DKI Jakarta diproyeksikan akan dihuni oleh 10,72 juta jiwa pada tahun 2025, sebuah angka yang terus meningkat berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Laporan tersebut secara jelas menunjukkan bahwa komposisi penduduk ibu kota didominasi oleh generasi muda. Dalam lima tahun terakhir, populasi Jakarta sendiri mencatat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 0,32%.
Baca juga: Ariel NOAH Persembahkan Lagu "Ancika" untuk Film Dilan 1997
Untuk memberikan gambaran historis, jumlah penduduk Jakarta pada tahun 2010 tercatat sebanyak 9,6 juta jiwa. Angka ini kemudian mengalami peningkatan menjadi 10,56 juta jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 2020.
Poin krusial dari rilis data demografi ini adalah dominasi kelompok usia produktif dan muda di wilayah Jakarta. Jika ketiga kelompok generasi terbaru ini digabungkan, mereka menyumbang porsi signifikan sebesar 66,72% dari total keseluruhan populasi.
Rincian persentase dari kelompok usia muda tersebut adalah sebagai berikut: generasi Milenial mencapai 24,82%, diikuti oleh Generasi Z (Gen Z) sebesar 24,12%, dan generasi pasca-Gen Z (Post Gen Z) dengan 17,78%. Dominasi kaum muda ini menegaskan bahwa Jakarta terus menjadi magnet utama bagi kelompok usia yang aktif bekerja dan menempuh pendidikan.
Generasi Milenial masih memegang predikat sebagai kelompok usia terbesar di Jakarta. Namun, Generasi Z berada di urutan kedua dengan selisih yang tidak terlalu jauh, dan diprediksi akan menjadi motor penggerak utama perekonomian kota ini dalam beberapa tahun mendatang.
Meskipun angka total penduduk terus menunjukkan tren kenaikan, angka pertumbuhan tahunan yang berada di kisaran 0,32% mengindikasikan adanya perlambatan laju pertumbuhan jika dibandingkan dengan dekade sebelumnya. Hal ini perlu dicermati lebih lanjut dalam analisis demografi ke depannya.
Perlambatan laju pertumbuhan ini dipengaruhi oleh berbagai variabel dinamis yang melekat pada sebuah wilayah metropolitan. Faktor-faktor tersebut mencakup mobilitas penduduk yang kompleks, serta perubahan pola demografis yang terjadi di kawasan-kawasan penyangga ibu kota.






