Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Ciptakan Lingkungan Bersih dan Bebas Narkoba

News15 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten menggencarkan program untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari ancaman narkoba.

Komitmen ini ditegaskan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat melakukan peninjauan terhadap kegiatan kerja bakti lingkungan dan sosialisasi Program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Kelurahan Balongsari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Mei.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan aparat kepolisian, Kelurahan Balongsari teridentifikasi masuk dalam kategori wilayah yang perlu waspada terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Apabila suatu wilayah sudah masuk kategori siaga, itu berarti seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Kita harus berupaya agar tidak ada lagi anggota keluarga yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa fenomena penyalahgunaan narkoba tidak hanya terbatas pada kalangan ekonomi atas, tetapi juga telah merambah ke masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dianggap memiliki peran yang sangat krusial dalam upaya pencegahan peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“BNN tidak dapat bekerja sendirian dalam menangani masalah ini. Jika masyarakat menemukan indikasi adanya penyalahgunaan narkoba, kami sangat berharap agar segera dilaporkan kepada pihak berwenang agar penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Selain fokus pada penguatan ketahanan sosial masyarakat, Pemerintah Kota Mojokerto juga berupaya meningkatkan ketahanan pangan di tingkat kampung. Salah satu inisiatifnya adalah melalui pengembangan kebun (greenhouse) untuk budidaya melon serta penanaman tanaman obat keluarga (toga) di kawasan Balongsari.

“Harapan kami, Kelurahan Balongsari tidak hanya dapat menjadi destinasi wisata petik melon, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan bagi seluruh masyarakatnya,” ungkap Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat merupakan salah satu wujud dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan terbebas dari ancaman narkoba. Kegiatan ini juga sejalan dengan program gerakan Indonesia Asri.

Baca juga: Kemendikbudristek: Kampus Tidak Diwajibkan Ubah Nama Prodi Teknik Menjadi Rekayasa

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan upaya perlindungan terhadap lingkungan dapat semakin kokoh. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba.