Pelantikan 6 Kepala Puskesmas, Optimalisasi Layanan Kesehatan di Tengah Keterbatasan Anggaran

News9 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan komitmen kuat untuk senantiasa menyediakan layanan kesehatan bermutu bagi warga, meskipun anggaran daerah sedang terbatas.

Penegasan ini disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat melantik enam kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto pada Selasa (2/6).

Pelantikan yang diselenggarakan di Kantor Dinkes PPKB Kota Mojokerto ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer yang memegang peranan krusial sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pidatonya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menekankan bahwa sektor kesehatan adalah layanan dasar yang esensial. Layanan ini harus tetap berjalan secara optimal dan kualitasnya tidak boleh menurun, bahkan ketika kondisi fiskal daerah sedang menghadapi tantangan.

Menurut beliau, kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Tantangan kita hari ini adalah di tengah keterbatasan fiskal seluruh daerah Indonesia. Layanan kesehatan ini layanan primer, layanan wajib dasar, tidak boleh ada penurunan. Semangatnya harus tetap baik meskipun keterbatasan fiskal,” tegas Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto. Asta Cita tersebut berfokus pada penguatan sumber daya manusia melalui pembangunan sektor kesehatan, pendidikan, sains, dan teknologi.

Di Kota Mojokerto sendiri, arah kebijakan serupa juga diimplementasikan melalui misi pertama pembangunan daerah. Misi ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan dan peningkatan layanan pendidikan serta kesehatan.

“Ketika menghadapi masyarakat, coba kita kedepankan rasa empati. Jika memang kondisi masyarakatnya secara ekonomi kurang, bagaimana kita upayakan bisa memberikan pelayanan sesuai yang mereka butuhkan. Di sini diperlukan komunikasi yang baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Ning Ita menekankan bahwa keterampilan komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan.

Baca juga: Pembukaan Festival Film Ciputra 2026: Robert Ronny Ungkap Pendapatan Film Indonesia

Selain melakukan tindakan medis, tenaga kesehatan juga diharapkan memiliki kemampuan untuk menjelaskan berbagai ketentuan dan mekanisme pelayanan secara persuasif. Hal ini agar masyarakat dapat memahami layanan yang diberikan dengan baik dan optimal.