Kosmin: Kosa Isyarat Keislaman Indonesia untuk Disabilitas Rungu Wicara

Nasional2 Views

GueBerita.com – Dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) telah memulai inisiatif penting yaitu penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia, yang disingkat Kosmin.

Program ini dirancang secara khusus untuk memastikan bahwa ajaran Islam dapat diakses secara penuh oleh individu yang memiliki disabilitas sensorik rungu wicara.

Sebelumnya, terdapat keragaman dalam penerjemahan istilah-istilah keislaman oleh juru bahasa isyarat di berbagai wilayah di Indonesia.

Kementerian Agama berupaya keras untuk menyusun Kosmin sebagai standar nasional guna memperkuat layanan keagamaan yang lebih inklusif bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).

Diharapkan, penyusunan kosa isyarat keislaman yang terstandar ini akan sangat membantu dalam penyampaian ajaran Islam yang lebih utuh dan mudah dipahami oleh komunitas tuli.

Fokus utama dari program ini adalah untuk memberikan manfaat langsung kepada Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) serta komunitas tuli secara keseluruhan.

Proses penyusunan Kosmin ini secara resmi dimulai bersamaan dengan perayaan tahun baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriah, dan diumumkan di Jakarta pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya agama untuk dapat hadir dan diakses oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang menyandang disabilitas.

Menurut pandangannya, keterbatasan fisik yang dimiliki seseorang seharusnya tidak menjadi hambatan dalam memahami ajaran agama, mengakses layanan keagamaan, maupun turut berpartisipasi dalam kehidupan beragama.

“Hal yang paling esensial bukanlah semata-mata apa yang dapat dilihat oleh mata, melainkan bagaimana hati mampu menyerap nilai-nilai kebaikan dan pesan-pesan luhur. Oleh karena itu, akses terhadap pengetahuan dan layanan keagamaan haruslah terbuka lebar bagi setiap individu,” tegas Menag saat memberikan keterangan di Jakarta pada Selasa, 16 Juni 2026.

Penyusunan Kosmin ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan adanya sebuah rujukan nasional untuk kosa isyarat keislaman, yang selama ini belum tersedia secara resmi.

Fenomena yang terjadi saat ini adalah berbagai istilah dalam ajaran Islam seringkali diterjemahkan dengan cara yang berbeda-beda oleh para juru bahasa isyarat, penyuluh agama, pendidik, serta oleh komunitas tuli itu sendiri di berbagai daerah di Indonesia.