Jamasan Perkutut Katuranggan: Lestari Budaya, Majukan Ekonomi Madiun

Nasional7 Views

GueBerita.com – Kota Madiun kembali menunjukkan semarak budayanya dalam menyambut bulan Suro. Komunitas Pecinta Perkutut (Pecintut) Kota Madiun berhasil menyelenggarakan tradisi Jamasan Perkutut Katuranggan pada Selasa sore, 16 Juni.

Acara yang sarat nilai budaya ini diadakan di Jalan Makam Tentara, Kelurahan/Kecamatan Taman. Kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Madiun ini menandakan bahwa jamasan perkutut bukan sekadar ritual biasa. Plt Wali Kota melihat potensi besar dalam acara ini untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah.

Antusiasme para pecinta perkutut terhadap acara ini sangat luar biasa. Sekitar 300 peserta dari berbagai penjuru daerah rela datang ke Kota Madiun untuk turut serta dalam prosesi jamasan.

Keramaian yang tercipta memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha lokal. Pedagang kuliner, para pedagang, hingga penyedia jasa penginapan merasakan lonjakan pendapatan berkat kehadiran para penghobi perkutut.

Menyadari manfaat ganda yang ditawarkan, Pemerintah Kota Madiun menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh. Dukungan ini bertujuan agar tradisi jamasan perkutut dapat dikembangkan lebih luas lagi dan mampu menarik lebih banyak wisatawan di masa mendatang.

Secara spesifik, Plt Wali Kota menginstruksikan kepada panitia dan komunitas perkutut untuk mulai merancang konsep yang lebih matang untuk penyelenggaraan tahun depan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penguatan narasi sejarah atau storytelling di balik tradisi jamasan ini.

Menurut pandangan Plt Wali Kota, sebuah tradisi akan memiliki daya tarik yang lebih kuat dan nilai jual yang lebih tinggi apabila didukung oleh cerita sejarah yang kaya dan mudah dipahami. Hal ini penting agar masyarakat luas maupun wisatawan dari luar daerah dapat terhubung secara emosional dengan tradisi tersebut.

“Kalau saya, pikirannya pasti perputaran ekonomi. Ini potensi besar,” ujar F. Bagus Panuntun, Plt Wali Kota Madiun. Ia menambahkan, “Maka dari itu, untuk tahun depan saya minta dipersiapkan jauh-jauh hari. Prinsipnya pemerintah akan mendukung kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat, baik untuk pelestarian budaya maupun untuk pertumbuhan ekonomi daerah.”