Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Mojokerto Belum Maksimal, Warga Khawatir Rahasia Medis Terungkap

News20 Views

GueBerita.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah pusat, masih belum berjalan optimal di Kabupaten Mojokerto.

Meskipun layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya ini telah tersedia di seluruh puskesmas, partisipasi dari masyarakat masih tergolong rendah.

Salah satu alasan utama yang teridentifikasi di lapangan adalah keengganan sebagian warga untuk memeriksakan diri. Kekhawatiran akan ditemukannya penyakit yang diderita menjadi faktor penghambat utama.

Padahal, CKG dirancang secara spesifik sebagai instrumen penting untuk deteksi dini berbagai penyakit tidak menular. Penyakit-penyakit ini, seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga penyakit jantung, merupakan penyebab utama kematian di masyarakat.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi tantangan yang sangat signifikan bagi keberhasilan program CKG ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Agus Dwi Cahyono, menjelaskan lebih lanjut mengenai program ini. Menurutnya, CKG merupakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar yang dapat diakses oleh seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga para lanjut usia.

“Tujuan utama dari CKG adalah untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mengidentifikasi berbagai faktor risiko kesehatan yang ada, dan yang terpenting adalah mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat segera menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan,” ujar dr. Agus pada hari Jumat, 5 Juni lalu.

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta CKG akan menjalani serangkaian skrining faktor risiko kesehatan. Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dasar yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, hingga pemeriksaan lanjutan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Masyarakat memiliki fleksibilitas dalam mengakses layanan CKG ini. Mereka dapat datang langsung ke puskesmas terdekat atau memanfaatkannya melalui aplikasi Satu Sehat Mobile yang telah disediakan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto telah menetapkan target yang ambisius untuk program CKG di tahun 2026. Sebanyak 542 ribu penduduk ditargetkan dapat mengikuti program ini sepanjang tahun tersebut.

Namun, data menunjukkan bahwa hingga akhir bulan Mei lalu, baru sekitar 10 persen dari target tersebut yang berhasil tercapai. Angka ini mengindikasikan adanya kesenjangan yang cukup besar antara target program dengan realisasi partisipasi masyarakat.