Jelang Hari Jadi Kota Madiun, Baznas Gelar Program Berbagi dan Bantuan Pendidikan

News1 Views

GueBerita.com – Menjelang perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Madiun meluncurkan serangkaian program sosial yang bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam memeriahkan hari jadi kota serta menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam.

Dalam sebuah audiensi yang berlangsung di Balai Kota pada Kamis, 11 Juni, Baznas Kota Madiun memaparkan berbagai program strategisnya kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Program-program ini dirancang secara cermat untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat, terutama yang membutuhkan.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah “Madiun Berbagi”. Melalui program ini, Baznas akan menyalurkan santunan kepada 514 anak yatim piatu yang tersebar di 27 kelurahan. Selain itu, bantuan juga akan diberikan kepada anak-anak yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Setiap penerima manfaat akan mendapatkan santunan sebesar Rp150.000.

Sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama Baznas. Sebanyak 517 anak akan menerima bantuan perlengkapan sekolah dalam bentuk voucher senilai Rp300.000 per anak. Sistem voucher ini memberikan fleksibilitas bagi para penerima manfaat untuk memilih sendiri kebutuhan sekolah mereka, mulai dari buku pelajaran, alat tulis, tas, hingga sepatu, di toko-toko yang telah menjalin kemitraan dengan Baznas.

Lebih lanjut, Baznas juga mengalokasikan bantuan tunai bagi masyarakat kategori dhuafa yang memiliki prestasi. Sebanyak 207 penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1,8 juta per orang. Baznas menegaskan bahwa seluruh data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi yang ketat dan akurat, berdasarkan laporan dari masyarakat serta data yang dihimpun dari sekolah-sekolah setempat.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Baznas ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas dapat terus terjalin dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Bagus menekankan bahwa program-program yang dijalankan Baznas memberikan dampak positif yang sangat terasa langsung oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus Panuntun juga menyoroti peran krusial Baznas dalam membantu mengatasi permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ia mengakui bahwa perbaikan RTLH merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah daerah, mengingat adanya batasan kuota perbaikan yang hanya mencapai 100 unit per tahun. Bantuan dari Baznas untuk RTLH ini dinilai akan sangat meringankan beban pemerintah dan memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.