Gandeng ITS, Pemkot Madiun Berupaya Capai Target Zero Waste 2027

News1 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan sampah yang kian mendesak. Langkah strategis diambil dengan menjalin kolaborasi resmi bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Fokus utama kerja sama ini adalah melakukan kajian mendalam mengenai pengelolaan sampah organik. Selain itu, masa depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo juga menjadi sorotan penting. Hasil dari kajian strategis ini telah dipaparkan secara langsung di Ruang 13 Balai Kota Madiun pada hari Jumat, 12 Juni lalu.

Dokumen hasil kajian ini akan berfungsi sebagai landasan utama bagi pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk merumuskan kebijakan persampahan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Kebijakan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilahan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga, pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), hingga pencarian solusi jangka panjang untuk TPA Winongo.

Data yang berhasil dihimpun dari penelitian yang dilakukan oleh ITS menunjukkan fakta menarik. Timbulan sampah di Kota Madiun saat ini didominasi oleh sampah organik, yang porsinya mencapai angka 60 persen. Tingginya persentase ini justru dilihat sebagai sebuah peluang besar yang sangat potensial untuk dikelola.

Apabila upaya reduksi sampah dapat berhasil dilakukan sejak dari lingkungan rumah tangga, dan diperkuat dengan penerapan sistem pengolahan sampah berbasis komunitas atau komunal, maka beban yang ditanggung oleh TPA Winongo diprediksi akan mengalami pengurangan yang signifikan.

Tim ahli yang berasal dari ITS juga mengemukakan temuan lain. Berdasarkan pengamatan mereka, masyarakat Kota Madiun sebenarnya telah menunjukkan inisiatif untuk mempraktikkan pemilahan sampah organik secara mandiri. Potensi positif ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan diperluas jangkauannya.

Dengan adanya dukungan berupa penyediaan sarana yang memadai, penyelenggaraan pelatihan yang dilakukan secara berkala, serta pendampingan yang konsisten dari berbagai pihak, volume sampah yang masuk ke TPA diperkirakan dapat menyusut drastis. Proyeksi penyusutan ini berkisar antara 30 hingga 40 persen. Lebih lanjut, hasil survei yang telah dilaksanakan juga menunjukkan tingkat kesiapan warga untuk berpartisipasi secara aktif dalam program pengelolaan sampah tergolong cukup tinggi.

Menanggapi hasil riset yang telah dipaparkan, Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun memberikan arahan yang jelas. Beliau meminta agar aksi nyata segera diimplementasikan di lapangan tanpa perlu menunda waktu lebih lama lagi. Pj Wali Kota menekankan bahwa penanganan masalah sampah saat ini tidak lagi dapat mengandalkan cara-cara konvensional yang sudah ada sebelumnya.

“Teman-teman di lapangan membutuhkan langkah yang cepat. Karena itu saya minta pendampingan ini berlanjut. Kajian ini menjadi dasar kita menentukan kebijakan agar cita-cita Kota Madiun 2027 zero waste bisa tercapai,” tegas Pj Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi dan komitmen pemerintah dalam mencapai target tersebut.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi akademisi seperti ITS, serta partisipasi aktif dari masyarakat, Pemkot Madiun optimis bahwa transformasi dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga ke hilir ini dapat berjalan dengan akseleratif. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan Kota Madiun yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah atau dikenal dengan konsep *zero waste* pada tahun 2027 mendatang.