Gueberita.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggelar dialog langsung dengan 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus Indonesia pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pertemuan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Amran Sulaiman mengapresiasi keberanian para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi mereka.
“Saya mengapresiasi keberanian mahasiswa menyampaikan masukan berbasis data dan kondisi lapangan,” ujar Menteri Amran pada Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa kritik konstruktif yang disampaikan oleh mahasiswa merupakan sumber energi penting untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola sektor pertanian.
Baca juga: Pesantren Jadi Tolok Ukur Pembangunan Ekonomi, 42 Ribu Lembaga Perlu Dukungan Merata
Menteri Amran kemudian memaparkan berbagai capaian positif yang terus ditunjukkan oleh sektor pertanian Indonesia.
“Saya sampaikan bahwa sektor pertanian hari ini terus menunjukkan capaian nyata, produksi meningkat, stok beras tertinggi sepanjang sejarah, impor ditekan, dan kesejahteraan petani terus membaik,” tambahnya.
Beberapa program unggulan pemerintah turut disinggung, seperti program Makan Bergizi Gratis yang disebut memiliki peran sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa.
Selain itu, dibentuknya Koperasi Desa Merah Putih juga bertujuan untuk memperkuat rantai pasok pertanian agar tercipta keadilan yang lebih baik bagi para petani.
Pemerintah juga terus berupaya mendorong hilirisasi produk pertanian dan modernisasi sektor pertanian secara keseluruhan.
Upaya penegakan hukum yang tegas terhadap mafia pangan juga menjadi prioritas dalam agenda pemerintah.
“Kita juga terus mendorong hilirisasi, modernisasi, serta penegakan hukum tanpa kompromi terhadap mafia pangan,” jelas Menteri Amran.
Menteri Amran menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan bangsa, termasuk peran aktif dari generasi muda.
“Negara ini tidak bisa dibangun sendiri. Kita butuh kolaborasi, termasuk peran aktif generasi muda. Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk melihat langsung kondisi di lapangan, mengawal, sekaligus menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menteri Amran menggambarkan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang krusial untuk masa depan Indonesia.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi keterlibatan yang lebih dalam dari generasi muda dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan pertanian.
Kolaborasi ini diproyeksikan akan menjadikan sektor pertanian Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)






