GueBerita.com – PT Pertamina (Persero) telah secara resmi mengukuhkan kemitraan strategis dengan LanzaTech, sebuah perusahaan teknologi terkemuka asal Amerika Serikat. Perjanjian ini dicapai dalam gelaran Offshore Technology Conference (OTC) 2026 yang diselenggarakan di Houston.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan teknologi waste-to-fuel. Teknologi inovatif ini dirancang untuk mengubah limbah perkotaan menjadi etanol yang memiliki kadar karbon rendah.
Penandatanganan kesepakatan krusial ini dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Siti Hajara, bersama dengan CEO LanzaTech, Jennifer Holmgren. Kemitraan ini menandai langkah konkret Pertamina dalam upaya memperkuat agenda transisi energi nasional.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk mencapai target net zero emission di Indonesia. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk memperluas cakupan pemanfaatan energi berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
Melalui penerapan teknologi fermentasi mikroba yang telah dikembangkan oleh LanzaTech, gas limbah yang dihasilkan dari perkotaan dapat diolah menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. Bahan bakar ini memiliki keunggulan berupa tingkat emisi karbon yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan metode produksi konvensional yang selama ini digunakan.
Teknologi canggih ini diklaim mampu memberikan kontribusi besar dalam pengurangan emisi karbon, dengan potensi pemangkasan hingga mencapai 80 persen. Hal ini menjadi kabar baik dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.
Baca juga: Usulan Anggaran Rp1 Triliun untuk UMKM dari Cak Imin
Pertamina memandang kerja sama ini sebagai solusi yang sangat strategis untuk mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular. Pemanfaatan limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diubah menjadi produk energi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Perusahaan energi nasional ini juga memiliki rencana ambisius untuk mengaplikasikan teknologi tersebut di berbagai fasilitas pengolahan limbah yang tersebar di Indonesia. Wilayah seperti Jakarta dan Surabaya menjadi prioritas awal untuk penerapan teknologi ini.
Selain memperkuat agenda transisi energi nasional yang menjadi prioritas pemerintah, kemitraan ini juga diprediksi akan membuka berbagai peluang investasi baru. Sektor energi bersih yang berbasis teknologi mutakhir akan menjadi medan investasi yang menjanjikan.
Pertamina dan LanzaTech berkomitmen untuk menjajaki lebih lanjut pengembangan proyek percontohan. Proyek ini direncanakan akan berskala komersial dan diharapkan mulai dapat beroperasi pada tahun 2027 mendatang.
Sinergi antara Pertamina dan LanzaTech diharapkan dapat menjadi katalisator dalam percepatan lahirnya inovasi energi masa depan. Inovasi-inovasi ini akan lebih ramah lingkungan, seiring dengan meningkatnya tuntutan global terhadap isu keberlanjutan dan kebutuhan mendesak untuk mengurangi emisi karbon.






