KM Virgo Tenggelam Tanpa Alarm: Analisis Risiko dan Kerugian Operasional

News41 Views

GueBerita.com – Detik-detik mencekam dialami para penumpang KM Virgo Transport 8 saat kapal yang mereka tumpangi mendadak miring dan tenggelam di tengah laut. Tanpa adanya peringatan dini maupun bunyi alarm, para penumpang harus berjuang menyelamatkan diri di tengah kondisi cuaca yang ekstrem.

Ahmad, salah satu penumpang yang selamat, menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi begitu cepat. Ia yang saat itu sedang beristirahat di area sofa, terbangun karena kepanikan penumpang lain yang berlarian di lorong kapal. Saat itulah ia menyadari bahwa posisi kapal sudah tidak stabil.

“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring. Saya berdiri, ternyata memang benar miring. Tanpa pikir panjang, saya langsung lari ke bawah,” ungkap Ahmad saat ditemui di posko kesehatan darurat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu malam (13/9/2026).

Dalam situasi darurat tersebut, Ahmad berusaha mencari perlindungan dengan berpegangan pada tiang dekat jendela. Meski posisi kapal terus miring secara drastis, ia tetap bertahan hingga akhirnya memutuskan untuk naik ke bagian atas kapal sebelum lambung kapal benar-benar terendam air.

Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Laut

Setelah berhasil keluar dari bagian kapal yang tenggelam, Ahmad segera menaiki perahu karet yang tersedia. Di sana, ia bergabung dengan 15 orang lainnya yang mayoritas adalah laki-laki. Namun, penderitaan belum berakhir karena mereka harus terombang-ambing di tengah laut selama tiga jam.

Kondisi perairan yang buruk, dengan angin kencang dan gelombang tinggi, membuat perahu karet tersebut terus dihantam ombak. Ahmad menyatakan bahwa meski kapal sempat bergoyang akibat gelombang, proses tenggelamnya kapal terjadi dengan sangat cepat saat badan kapal bergerak ke arah kiri.

“Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin dan gelombangnya besar serta tinggi,” tambahnya.

Data Terkini Proses Evakuasi

Hingga saat ini, proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh pihak Basarnas, berikut adalah perkembangan terkini terkait insiden kecelakaan laut tersebut:

  • Korban Selamat: 107 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.
  • Korban Meninggal: 6 orang dinyatakan meninggal dunia.
  • Dalam Pencarian: Sebanyak 130 orang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Untuk mendukung upaya pencarian, Basarnas telah mengerahkan setidaknya 15 armada yang terdiri dari 11 kapal, satu unit helikopter, dan tiga pesawat. Tim gabungan berupaya menyisir lokasi kejadian guna menemukan penumpang yang belum terevakuasi, termasuk mereka yang diduga masih terjebak di dalam kamar kapal saat insiden terjadi.

Ahmad sendiri, yang diketahui merupakan warga asal Surabaya yang berdomisili di Banjarbaru, saat itu tengah dalam perjalanan menuju Kalimantan untuk keperluan pengiriman kendaraan bus. Insiden ini kini menjadi perhatian serius pihak berwenang untuk mendalami penyebab pasti hilangnya keseimbangan pada KM Virgo Transport 8 hingga berujung pada tenggelamnya kapal tersebut.