KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak: Fakta Kapal Berusia 39 Tahun

News45 Views

GueBerita.com – Insiden hilangnya kontak dan terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, menyisakan duka mendalam sekaligus memicu sorotan publik terkait aspek teknis kapal tersebut. Kapal yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin ini membawa 243 orang di dalamnya, di mana upaya evakuasi hingga kini masih terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan.

Hingga laporan terakhir, sebanyak 115 orang dilaporkan telah berhasil diselamatkan, sementara penumpang lainnya masih dalam proses pencarian. Di balik musibah ini, rekam jejak KM Virgo Transport 8 menjadi perhatian khusus, mengingat usia operasional kapal yang telah mencapai hampir empat dekade.

Profil dan Sejarah Kapal

Berdasarkan data dari Marine Traffic, KM Virgo Transport 8 bukanlah armada yang tergolong baru. Kapal ini merupakan jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro), sebuah desain kapal yang dirancang khusus untuk memuat kendaraan agar dapat masuk dan keluar kapal dengan mengandalkan roda penggeraknya sendiri tanpa memerlukan bantuan alat angkat berat seperti crane.

Secara historis, kapal ini dibangun oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard yang berlokasi di Imabari, Jepang, pada tahun 1987. Dengan demikian, jika merujuk pada tahun 2026, usia kapal tersebut telah menyentuh angka 39 tahun. Secara fisik, kapal ini memiliki spesifikasi teknis dengan panjang mencapai 119 meter, lebar 23 meter, dan tercatat memiliki tonase kotor sebesar 4.277 ton.

Perjalanan Operasional di Indonesia

Sebelum resmi beroperasi di perairan Indonesia, kapal yang dulunya dikenal dengan nama Ferry Kurushima ini memiliki riwayat layanan yang panjang di Jepang. Hingga 30 Juni 2025, kapal tersebut tercatat masih melayani rute penyeberangan antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama.

Setelah mengakhiri masa layanannya di Jepang, kapal ini kemudian dipindahkan ke Indonesia pada tahun 2026. Nama KM Virgo Transport 8 mulai disematkan saat kapal tersebut mulai beroperasi melayani rute Surabaya-Banjarmasin pada Juli 2026. Meskipun baru beroperasi selama beberapa bulan di Indonesia, usia konstruksi kapal yang sudah mencapai 39 tahun menjadi poin krusial dalam diskusi publik mengenai standar keselamatan transportasi laut.

Kronologi Insiden dan Operasi Penyelamatan

KM Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.33 WIB. Berdasarkan jadwal pelayaran, kapal seharusnya tiba di Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026, pukul 14.00 WIB. Namun, di tengah perjalanan, kapal dilaporkan mengalami kendala yang berujung pada hilangnya kontak di perairan Laut Jawa.

Respon cepat segera dilakukan setelah laporan insiden diterima. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan dibentuk dengan melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya:

  • KSOP Banjarmasin
  • Lanal Banjarmasin
  • Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan
  • Distrik Navigasi Banjarmasin
  • PT Pelindo Banjarmasin
  • Agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin

Selain instansi pemerintah, pihak swasta juga turut memberikan bantuan. Kapal tanker MT Mauhau milik PT Pertamina Patra Niaga dilaporkan ikut serta dalam upaya evakuasi, membantu menyelamatkan 16 korban yang berada di lokasi kejadian. Saat ini, fokus utama otoritas terkait adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan dalam proses pencarian yang masih berlangsung di sekitar perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.