Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa Pasca Insiden Kapal Terbalik

News44 Views

GueBerita.com – Proses investigasi terkait insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini memasuki babak baru dengan dimulainya pemeriksaan terhadap Nakhoda kapal tersebut. Pihak otoritas memastikan bahwa nakhoda kapal termasuk di antara korban selamat yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk mengumpulkan keterangan mendalam mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan kapal tersebut terbalik. Hingga saat ini, materi spesifik dari pemeriksaan tersebut belum dipublikasikan karena masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang.

Perkembangan Operasi Pencarian dan Penyelamatan

Operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR terus dioptimalkan untuk menemukan korban yang tersisa. Berdasarkan data terbaru hingga Rabu, 16 September 2026, berikut adalah rincian kondisi para korban dari total 243 orang yang berada di atas kapal:

  • Total penumpang dan kru: 243 orang.
  • Berhasil ditemukan: 114 orang.
  • Kondisi selamat: 108 orang.
  • Kondisi meninggal dunia: 6 orang.
  • Masih dalam pencarian: 129 orang.

KM Virgo Transport 8 sendiri dilaporkan mengalami hilang kontak pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal ini diketahui sedang menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin yang telah dimulai sejak Sabtu, 12 September 2026.

Peran Teknologi dalam Pelacakan Kapal

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan penjelasan teknis mengenai sistem pelacakan yang digunakan selama masa darurat. Syafii memastikan bahwa alat pemancar radio darurat atau Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) milik KM Virgo Transport 8 berfungsi dengan baik saat insiden terjadi.

“Jadi transmitter dari emergency kapal itu saya pastikan aktif. EPIRB dari kapal itu aktif, dan ini dimonitor, baik itu Australia, Singapura, maupun stasiun pemantauan MEOLUT atau LEOLUT yang ada di Basarnas,” ujar Syafii.

Syafii menjelaskan bahwa EPIRB merupakan perangkat krusial dalam dunia maritim yang memiliki fungsi serupa dengan Emergency Locator Transmitter (ELT) pada pesawat terbang. Sinyal yang dipancarkan oleh perangkat ini memungkinkan tim evakuasi untuk melacak posisi kapal dengan lebih akurat melalui pantauan satelit internasional.

Hingga laporan ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 129 orang yang belum ditemukan. Fokus utama operasi saat ini adalah menyisir area perairan di sekitar titik koordinat hilangnya kontak kapal, sembari menanti perkembangan lebih lanjut dari hasil pemeriksaan nakhoda yang diharapkan dapat memberikan petunjuk krusial mengenai penyebab pasti musibah tersebut.