KM Virgo Transport 8 Terbalik, Basarnas Optimalkan Strategi Pencarian

News46 Views

GueBerita.com – Operasi pencarian dan penyelamatan korban KM Virgo Transport 8 memasuki fase krusial setelah tim SAR berhasil menemukan posisi kapal di perairan Laut Jawa. Kondisi kapal yang ditemukan dalam posisi terbalik dan mengapung dengan bagian lambung menghadap ke atas (telungkup) menjadi dasar bagi Basarnas untuk melakukan penyesuaian strategi di lapangan.

Kepala Basarnas (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa penemuan titik koordinat atau datum kapal tersebut membawa perubahan signifikan dalam pola operasi. Tim SAR kini telah menyederhanakan pembagian sektor pencarian dari delapan wilayah menjadi enam sektor guna meningkatkan efektivitas serta fokus evakuasi.

“Kondisi kapal yang mengalami terbalik dan kondisinya terapung dalam kondisi telungkup menjadi pertimbangan utama kami dalam mengatur pola pencarian dan evakuasi korban,” ujar Syafii dalam keterangan resminya pada Senin, 14 September 2026.

Dalam upaya memaksimalkan proses pencarian, Basarnas tidak bekerja sendirian. Syafii menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan Basarnas Special Group (BSG), unit elit yang memiliki spesialisasi dalam operasi penyelamatan bawah air. Selain itu, sinergi dengan unsur TNI Angkatan Laut turut diperkuat untuk mempercepat penanganan insiden ini.

Beberapa elemen kekuatan yang dilibatkan dalam operasi gabungan ini meliputi:

  • Personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL.
  • Tim penyelam profesional dari TNI AL.
  • Penggunaan teknologi drone bawah air milik TNI AL untuk memetakan kondisi di sekitar bangkai kapal.

Harapannya, pengerahan teknologi dan tenaga ahli di hari kedua pencarian ini dapat memberikan hasil yang signifikan bagi para keluarga korban yang menunggu kabar. Seluruh tim yang terlibat berkomitmen untuk menuntaskan evakuasi dengan mengutamakan presisi dan keamanan operasional.

Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami hilang kontak pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Surabaya dengan tujuan akhir Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026.

Berdasarkan data manifes yang ada, kapal tersebut mengangkut total 243 orang, yang terdiri dari penumpang, awak kapal, serta kru pendukung lainnya. Insiden ini menjadi perhatian serius otoritas maritim mengingat besarnya jumlah orang yang berada di atas kapal saat peristiwa terjadi.

Hingga saat ini, fokus utama tim gabungan tetap pada upaya pencarian korban di sekitar titik koordinat kapal yang ditemukan. Kondisi perairan Laut Jawa dan posisi kapal yang terbalik menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam dalam melakukan akses ke dalam bagian kapal.