Banjir Besar Akibat Badai Maysak, Tiongkok Gunakan Jembatan Apung Modular

Viral5 Views

GueBerita.com – Pemerintah China menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menghadapi dampak bencana alam banjir bandang yang dipicu oleh Badai Tropis Maysak. Langkah krusial diambil dengan mengerahkan teknologi transportasi taktis berupa powered pontoon bridge atau jembatan apung bertenaga.

Alat canggih ini difungsikan untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak dan terisolasi akibat meluasnya genangan air. Laporan visual yang beredar di media sosial, khususnya melalui akun X @XH_Lee23, memperlihatkan efektivitas teknologi ini dalam operasi penyelamatan.

Dalam insiden di wilayah Guigang, Daerah Otonomi Etnis Zhuang Guangxi, China Selatan, ribuan pelajar beserta staf pengajar berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Keberhasilan evakuasi ini sangat bergantung pada pengoperasian jembatan apung yang sigap.

Inovasi teknologi ini kerap dijuluki sebagai “kapal induk penyelamat” berkat kemampuannya yang luar biasa. Jembatan modular ini memiliki bentang yang impresif, mencapai 60 meter, memberikan akses yang luas melintasi area yang tergenang.

Salah satu keunggulan utama dari jembatan apung ini adalah efisiensi perakitannya. Proses penyambungan antar modulnya dilaporkan hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit. Hal ini memungkinkan jembatan segera digunakan dalam situasi darurat.

Lebih lanjut, jembatan apung ini memiliki kapasitas angkut yang sangat tinggi. Dalam satu kali penyeberangan, alat ini mampu mengangkut lebih dari 300 orang. Kapasitas besar ini sangat krusial dalam evakuasi massal.

Berkat daya tampung dan mobilitasnya yang superior, tim gabungan Search and Rescue (SAR) berhasil mengevakuasi lebih dari 6.000 siswa, guru, dan staf sekolah ke zona aman. Seluruh proses penyelamatan berskala besar ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari 20 jam.

Bencana banjir yang terjadi ini merupakan konsekuensi langsung dari curah hujan ekstrem. Intensitas hujan yang tinggi tersebut dipicu oleh hantaman Badai Tropis Maysak yang menyebabkan Sungai Yu meluap sejak awal pekan.

Secara keseluruhan, otoritas setempat melaporkan bahwa sekitar 130.000 penduduk yang sempat terjebak oleh genangan air kini telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Upaya penyelamatan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan.